WARASHI

Mengendalikan  gula darah  itu mudah, yang sulit adalah mencegah dan mengobati  komplikasinya ,  seperti  - Disfungsi ereksi atau  impotensi...



Mengendalikan gula darah itu mudah, yang sulit adalah mencegah dan mengobati 
komplikasinyaseperti 

- Disfungsi ereksi atau impotensi
- Gangguan saraf kesemutan, baal, stroke, 
- Meningkatnya kolesterol dan tekanan darah tinggi
- Gatal menahun
- Penglihatan kabur Retinopati
- Gagal ginjal
- Luka sulit sembuh bahkan sampai amputasi
- Jantung berdebar dan Serangan jantung lainya.
Yakinlah ada cara lain yang lebih baik seperti yang saya lakukan telah membuktikan dapat menurunkan dan mengendalikan gula darah dan mencegah komplikasi diabetes.  Minumlah  Warashi


Warashi di ramu khusus untuk penderita diabetus militus yang berfungsi :

- Membantu menurunkan dan mengendalikan Gula darah
- Membantu mencegah komplikasi akibat penyakit kencing manis
- Membantu menurunkan kolesterol, trigliserida 
- Membantu menstabilkan tekanan darah tinggi

Warashi merupakan jamu herbal organik yang terbuat Gingseng Korea dan rempah pilihan lainya  yang banyak mengandung: Quercetin, Flavonoid,  Glikosida, Asam Amino Esensial, vitamin A B C D E K, Mineral Makro, Mineral, Antioksidan hebat dan nutrisi lainya.

Kandungan Nutrisi pada Warashi sangat bagus memulihkan pangkreas dan sel reseptor pangkreas, meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak, meningkatkan imunitas dan membersihkan aliran darah yang tersumbat yang diakibatkan oleh plak-plak kolesterol, gula yang berlebihan di dalam darah.

Kandungan antioksidan pada Warashi juga bagus untuk membersihkan racun logam berat seperti timbal, merkuri dan nikel yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang anda konsumsi sehari-hari serta polusi udara yang sudah tercemar.

Warashi cocok digunakan oleh semua penderita Diabetes Mellitus baik yang tipe basah atau kering.

Saya dan lainya telah merasakan sendiri manfaat WARASHI


Harga hemat

Warashi Ektrak Kapsul Rp 135.000,-

Dosis Dewasa
Pengobatan 2 x 2 kapsul
Pemeliharaan 1 x 2 kapsul

Satu botol untuk 15 hari Pengobatan / 30 hari untuk Pemeliharaan. 
Alhamdulillah sudah banyak yang cocok

Bila gula darah sudah normal, tidak ada keluhan, tetap minum warashi dosis pemeliharaan untuk mencegah komplikasi diabetes lainya.

Ada beberapa jenis obat diabetes yang dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula darah pada diabetes tipe 2. Salah satu obat yang paling sering direkomendasikan dokter adalah metformin. Obat ini bekerja dengan mengurangi kadar gula yang disalurkan hati ke aliran darah dan membuat tubuh lebih peka terhadap insulin. Namun, sama seperti dengan jenis obat lainnya, metformin memilki efek samping dalam penggunaannya, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Apa saja efek samping metformin?


Efek samping metformin jangka panjang

Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah. Tujuan pengobatan diabetes melalui konsumsi obat adalah untuk membantu menurunkan kadar gula. Dengan begitu, gula darah bisa tetap stabil dalam keadaan normal.

Meskipun termasuk obat diabetes yang paling diandalkan, ternyata metformin tidak selalu bekerja efektif untuk setiap penderita diabetes tipe 2. Salah satu penyebabnya adalah efek samping dari obat ini yang justru melemahkan kondisi kesehatan diabetesi (penderita diabetes)

Berikut adalah jenis-jenis efek samping metformin yang berpotensi terjadi:

1. Asidosis laktat

Meski jarang terjadi, asidosis laktat berpotensi menjadi efek samping metformin yang paling serius. Asidosis laktat adalah penumpukan asam laktat dalam tubuh yang dapat berakibat fatal.

Asidosis laktat terjadi karena metformin mampu menghasilkan asam laktat dalam jumlah besar. Asam laktat sendiri adalah produk hasil metabolisme anaerob (tanpa oksigen) yang akan membuat pH darah lebih asam. Bila kadarnya sangat tinggi maka bisa menyebabkan kerusakan atau gagalnya fungsi berbagai organ tubuh.

Asidosis laktat sebagai efek samping metformin jangka panjang dapat meyebabkan gejala, seperti:

  • Nyeri otot atau merasa lemas
  • Mati rasa atau perasaan dingin di tangan dan kaki
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa pusing, kepala berputar, lelah, dan sangat lemas
  • Sakit perut, mual disertai muntah
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur

2. Kekurangan vitamin B12

Mengonsumsi metformin dalam jangka panjang menyebabkan menurunnya kadar vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan karena vitamin ini penting untuk menjalankan fungsi DNA, produksi sel darah merah, dan fungsi biokimia lain di dalam tubuh.

Berkurangnya vitamin B12 dalam darah juga dapat menyebabkan anemia megoblastik di mana sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah merah secara memadai. Meskipun terbilang langka, kondisi ini bisa terjadi jika Anda kekurangan vitamin B12 sebagai efek samping penggunaan obat diabetes ini dalam jangka panjang.

Berikut adalah gejala dari efek samping metformin yang menyebabkan kekurangan vitamin B12:

  • Perubahan warna kulit
  • Peradangan di lidah
  • Refleks tubuh berkurang
  • Merasa gelisah dan tidak tenang
  • Kemampuan mencium bau berkurang
  • Kerusakan saraf-saraf
  • Kesulitan berjalan
  • Gangguan saraf tepi tubuh seperti kesemutan pada jari, kelelahan, nyeri otot, dan cepat lupa.

3. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang lebih rendah dari biasanya. Jika gula darah turun drastis, hal ini berisiko menimbulkan bahaya bagi kesehatan Anda. Kondisi ini juga terkadang dijumpai sebagai efek samping dari konsumsi metformin pada penderita diabetes.

Efek samping penggunaan metformin jangka panjang yang mengakibatkan hipoglikemia akan memunculkan gejala seperti:

  • Tubuh lemas dan lelah
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kepala terasa ringan atau melayang
  • Detak jantung melambat atau semakin cepat

Efek samping metformin lainnya

Selain efek jangka panjang yang telah disebutkan yang telah disebutkan, terdapat juga efek samping yang bisa muncul dalam waktu singkat dari penggunaan obat ini.

Menurut laporan dari University of Louisiana Monroe sekitar 30% orang mengeluhkan efek samping lain dari pengunaan metformin, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Gangguan pencernaan
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri otot dan kram
  • Sakit perut
  • Pilek
  • Sakit perut
  • Tubuh melemah
  • Batuk dan suara serak
  • Diare
  • Lemas dan mengantuk

Dokter biasanya akan meresepkan metformin dalam dosis rendah dalam tahap awal pengoabatan diabetes guna menghindari efek samping ini


Faktor-faktor risiko pemicu efek samping metformin

Selain perubahan dosis, terdapat pula beberapa faktor yang membuat seseorang jadi lebih berisiko mengalami efek samping metformin, seperti:

1. Menjalani operasi

Operasi dan radiologi dapat memperlambat pembuangan metformin dari tubuh Anda. Akibatnya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami efek samping berupa asidosis laktat.

Jika Anda berencana menjalani prosedur operasi atau radiologi, Anda harus berhenti minum metformin 48 jam sebelum menjalani prosedur tersebut.

2. Minum alkohol secara berlebihan

Minum alkohol ketika sedang minum metformin bisa meningkatkan risiko Anda mengalami hipoglikemia. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga berpotensi memicu terjadinya asidosis laktat. Hal ini dikarenakan alkohol meningkatkan kadar asam laktat di tubuh Anda.

Anda tidak diperbolehkan minum alkohol secara berlebihan saat minum obat ini. Jika perlu, sebaiknya Anda tidak minum alkohol sama sekali agar Anda dapat terhindar dari risiko terkena efek samping metformin.

3. Gangguan ginjal

Ginjal Anda membuang sisa metformin dari tubuh. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, akan terlalu banyak metformin di dalam tubuh Anda yang bisa membuat Anda berisiko mengalami asidosis laktat.

Apabila Anda menderita masalah ginjal yang tergolong ringan dan sedang, dokter mungkin akan meresepkan metformin dalam dosis yang rendah.

Namun, jika masalah ginjal yang Anda derita cukup parah dan sudah memasuki usia 80 tahun ke atas, dokter tidak akan meresepkan metformin untuk mengatasi diabetes Anda.

4. Menderita masalah jantung dan hati

Anda tidak disarankan minum metformin apabila Anda menderita penyakit gagal jantung akut atau baru saja mengalami serangan jantung.

Jantung yang bermasalah mungkin tidak dapat menyuplai darah yang cukup ke ginjal. Kondisi ini menyebabkan ginjal tidak mampu membuang metformin dengan baik sehingga risiko terkena asidosis laktat pun tinggi.

Anda juga tidak boleh menjalani pengobatan dengan metformin jika hati Anda bermasalah. Salah satu fungsi hati Anda adalah membuang asam laktat dari tubuh.

Jadi, jika hati tidak berfungsi dengan baik, asam laktat akan menumpuk dalam tubuh. Kondisi ini yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis laktat.

Tubuh setiap orang berbeda, sehingga respons terhadap obat metformin juga akan berbeda-beda. Dengan kata lain, berbagai efek samping yang telah disebutkan di atas tidak selalu muncul pada setiap orang.

Dokter Anda akan mempertimbangkan risiko mana yang lebih besar, risiko efek samping metformin atau risiko komplikasi diabetes yang berbahaya. Oleh karena itu, selalu konsultasikan kondisi Anda dan perubahan apa pun yang Anda rasakan setelah minum obat ini pada dokter

Selain perubahan dosis, terdapat pula beberapa faktor yang membuat seseorang jadi lebih berisiko mengalami efek samping metformin, seperti:

1. Menjalani operasi

Operasi dan radiologi dapat memperlambat pembuangan metformin dari tubuh Anda. Akibatnya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami efek samping berupa asidosis laktat.

Jika Anda berencana menjalani prosedur operasi atau radiologi, Anda harus berhenti minum metformin 48 jam sebelum menjalani prosedur tersebut.

2. Minum alkohol secara berlebihan

Minum alkohol ketika sedang minum metformin bisa meningkatkan risiko Anda mengalami hipoglikemia. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga berpotensi memicu terjadinya asidosis laktat. Hal ini dikarenakan alkohol meningkatkan kadar asam laktat di tubuh Anda.

Anda tidak diperbolehkan minum alkohol secara berlebihan saat minum obat ini. Jika perlu, sebaiknya Anda tidak minum alkohol sama sekali agar Anda dapat terhindar dari risiko terkena efek samping metformin.

3. Gangguan ginjal

Ginjal Anda membuang sisa metformin dari tubuh. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, akan terlalu banyak metformin di dalam tubuh Anda yang bisa membuat Anda berisiko mengalami asidosis laktat.

Apabila Anda menderita masalah ginjal yang tergolong ringan dan sedang, dokter mungkin akan meresepkan metformin dalam dosis yang rendah.

Namun, jika masalah ginjal yang Anda derita cukup parah dan sudah memasuki usia 80 tahun ke atas, dokter tidak akan meresepkan metformin untuk mengatasi diabetes Anda.

4. Menderita masalah jantung dan hati

Anda tidak disarankan minum metformin apabila Anda menderita penyakit gagal jantung akut atau baru saja mengalami serangan jantung.

Jantung yang bermasalah mungkin tidak dapat menyuplai darah yang cukup ke ginjal. Kondisi ini menyebabkan ginjal tidak mampu membuang metformin dengan baik sehingga risiko terkena asidosis laktat pun tinggi.

Anda juga tidak boleh menjalani pengobatan dengan metformin jika hati Anda bermasalah. Salah satu fungsi hati Anda adalah membuang asam laktat dari tubuh.

Jadi, jika hati tidak berfungsi dengan baik, asam laktat akan menumpuk dalam tubuh. Kondisi ini yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis laktat.

Tubuh setiap orang berbeda, sehingga respons terhadap obat metformin juga akan berbeda-beda. Dengan kata lain, berbagai efek samping yang telah disebutkan di atas tidak selalu muncul pada setiap orang.

Dokter Anda akan mempertimbangkan risiko mana yang lebih besar, risiko efek samping metformin atau risiko komplikasi diabetes yang berbahaya. Oleh karena itu, selalu konsultasikan kondisi Anda dan perubahan apa pun yang Anda rasakan setelah minum obat ini pada dokter.

 

Pengobatan penyakit kencing manis tidak hanya menurunkan kadar gula darah tetapi hal yang terpenting yakni memperbaiki sistem pangkreas yang bertugas mengatur kadar gula dalam darah. jika hanya menurunkan gula dalam darah tanpa memperbaiki fungsi pangkreas maka tubuh akan resisten terhadap insulin.

Berikut ini upaya memperbaiki fungsi pangkreas umumnya di butuhkan waktu 1 tahun. 

1. Cara Konsumsi WARASH

  • Pengobatan  2 x 1 sendok takar /  2 x 2 kapsul jika gula darah di atas normal / masih ada komplikasi diabetes
  • Pemeliharaan 1 x 1 sendok takar /  1 x 2 kapsul jika gula darah sudah normal atau gejala komplikasi diabet sudah hilang. karena dosis pemeliharaan bersifat untuk mencegah komplikasi diabetes

2. Pantangan

Selama masa pemulihan, pasien wajib mengikuti pola makan, aturan, dan pantangannya, selengkapnya sebagai berikut :

  • Lakukan Pola makan hidup sehat, makan nasi dianjurkan 2 kali sehari denggan porsi sekali makan 1 centong nasi ( catatan : Kerusakan pangkreas penyebab utamanya adalah keserakahan makan sehingga beban kerja pangkreas sangat berat )
  • Rutin berolahraga, olah raga yang bisa dilakukan misalnya lari, jogging, renang, dan lainnya
  • Tidak boleh konsumsi gula pasir biasa (tebu), sirup, gula merah, apalagi pemanis buatan lainnya.Gunakan gula jagung / gula aren
  • Tidak boleh konsumsi buah dengan indeks glikemiks tinggi dan rasanya terlalu manis, misalnya durian, manga, sawo, kiwi, dan semangka. Namun ada beberapa buah yang disarankan, yakni apel, pir, bengkoang, dan juga strawberry
  • Tidak boleh konsumsi gorengan yang dijual di luar, karena rata-rata minyak yang dipakai sudah 4x goreng, sehingga membuat zat karsinogenik menjadi aktif dan pastinya sangat merusak sel beta pancreas
  • Tidak boleh makan olahan tepung terigu, baik itu cake, roti, mie instan, biscuit, dan lainnya.
  • Tidak boleh konsumsi softdrink/soda, misalnya coca cola, sprit, fanta, dan lainnya
  • Tidak boleh konsumsi makanan dan minuman yang mengandung santan

3. Program Puasa Setengah Hari 

Puasa setengah hari dilakukan selama 16 jam, dimulai jam 8 malam hingga keesokan harinya jam 12 siang, selama jam berpuasa setengah hari HANYA BOLEH MINUM AIR PUTIH. Minum lah WARASHI 2 kali  jam 8 malam dan 12 siang.

Jika menjalankan puasa sunah / romadhan minumlah warashi saat saur dan berbuka saja.

Untuk penderita diabetes dengan gula darah 2 jam setelah makan bawah 300 di , bisa melakukan puasa setengah hari 3 kali dalam seminggu, untuk harinya bisa selang-seling maupun berturut-turut. 

Sedangkan untuk pasien dengan gula darah 2 jam setelah makan di atas 300, apalagi sudah ada luka yang sulit mengering, disarankan berpuasa setengah hari setiap hari agar lebih maksimal

Mengapa Harus Berpuasa Setengah Hari?

Hal ini ketika tubuh berpuasa lebih dari 14 jam, tubuh akan istirahat total dan mengalami proses autophagi. Autopagi adalah  proses pembongkaran bagian-bagian sel yang sudah tua untuk tujuan regenerasi sel dan memperkuat sistem imun tubuh seseorang. Namun untuk mencapai proses yang sangat maximal pada Autophagi ini, dibutuhkan nutrisi yang sangat besar dimana,  kebutuhan nutrisi proses authopagi ini akan di supply oleh  warashi yang anda minum. 

NOTE :

Bisa di minum bersamaan dengan obat dokter beri jarak 2 jam minum nya dengan warashi. Jika gula sudah normal obat kimia stop saja lanjutkan minum warashi

Lalu hindari konsumsi obat penurun gula darah ataupun suntik insulin selama jam puasa setengah hari untuk menghindari gula darah drop, hal ini karena gula darah kita pasti akan turun selama jam puasa setengah hari


Banyak pengalaman beberapa orang ketika buang air kecil lalu air seninya dikerubuti semut. Itu adalah salah satu tanda-tanda diabetes yang gampang diketahui. Tapi ada banyak lagi tanda-tanda diabetes yang perlu diwaspadai.


"Kalau seseorang pipisnya dikerubuti semut, itu bisa jadi tanda awal dari penyakit diabetes," ujar dr Dante Saksono H, SpPD, PhD

Kenapa bisa seperti itu?

Menurutnya, seseorang yang memiliki penyakit diabetes maka air seni yang dibuang masih mengandung gula. Ini terjadi karena ketika gula darah yang masuk ke dalam tubuh di proses oleh organ ginjal tidak terserap sempurna oleh tubuh. Kemudian akan dikeluarkan oleh tubuh melalui air seni atau pipis.

"Kalau kadar gulanya dalam darah tinggi, maka hasil saringannya sudah pasti masih mengandung gula atau bersifat manis," ujar dokter berusia 36 tahun ini.

dr Dante mengatakan sebenarnya diabetes melitus artinya adalah air mancur yang manis, dan air mancur disini dapat diartikan sebagai pipis atau air seni.

Penyakit diabetes adalah gangguan penggunaan glukosa yang terjadi di dalam tubuh. Diabetes tidak terjadi secara begitu saja. Sebelum seseorang didiagnosis menderita diabetes, mereka mengalami fase normal, lalu meningkat menjadi prediabetes dan akhirnya menderita diabetes.

Penyakit ini sering disebut dengan silent killer. Penyakit ini tidak langsung menyebabkan kematian tapi komplikasi yang dihasilkan dari diabetes ini bisa menurunkan kualitas hidup seseorang hingga berakhir dengan kematian.

Jika penderita diabetes bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik, maka komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit ini bisa dicegah. Komplikasi dari diabetes ini bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia.

Tanda-tanda seseorang terkena diabetes seperti dilansir dari diabetes library, Selasa (1/11/2011) adalah:

1. Sering buang air kecil
Buang air kecil akan menjadi sering jika terlalu banyak glukosa dalam darah. Jika insulin (yakni hormon yang mengendalikan gula darah) tidak ada atau sedikit maka ginjal tidak dapat menyaring glukosa untuk kembali ke dalam darah. Kemudian ginjal akan menarik tambahan air dari darah untuk menghancurkan glukosa. Hal ini membuat kandung kemih penuh dan membuat seseorang sering pipis.

2. Sering merasa haus
Karena sering buang air kecil, Anda akan menjadi lebih sering haus, karena proses penghancuran glukosa yang sulit maka air di dalam darah tersedot untuk menghancurkannya. Sehingga seseorang perlu minum lebih banyak untuk menggantikan air yang hilang.

3. Berat badan turun cepat
Terutama terjadi pada penderita diabetes tipe 1 (faktor genetik). Pankreas pada penderita diabates berhenti membuat insulin akibat serangan virus pada sel-sel pankreas atau respons autoimun yang membuat tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin. Akibatnya tubuh akan kesulitan mencari sumber energi karena sel-sel tidak memperoleh glukosa. Kemudian tubuh mulai memecah jaringan otot dan lemak untuk energi sehingga berat badan terus menyusut.

Pada penderita diabetes tipe 2 (faktor perubahan gaya hidup), penurunan berat badan terjadi secara bertahap dengan peningkatan resistensi insulin sehingga penurunan berat badan tidak begitu terlihat.

4. Merasa lemah dan gampang kelelahan
Karena produksi glukosa terhambat sehingga sel-sel makanan dari glukosa yang harusnya didistribusikan ke semua sel tubuh untuk membuat energi jadi tidak berjalan. Karena sel energi tidak mendapat asupan sehingga orang akan merasa cepat lelah.

5. Sering kesemutan di kaki dan tangan
Gejala ini disebut neuropati. Terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu karena glukosa dalam darah tinggi akan merusak sistem saraf. Pada penderita diabetes tipe 2 kejadiannya secara bertahap, dan orang-orang sering tidak menyadari bahwa itu salah satu pertanda. Kondisi gula darah tinggi kemungkinan telah terjadi beberapa tahun sebelum diagnosa. Kerusakan saraf dapat menyebar tanpa pengetahuan kita.

6. Penglihatan kabur, kulit kering atau gatal, sering infeksi atau luka dan memar, yang membutuhkan penyembuhan dalam waktu lama merupakan tanda-tanda lain dari diabetes.

Jika melihat ada tanda-tanda itu maka Anda punya alasan untuk khawatir soal diabetes.

Lalu komplikasi penyakit apa yang timbul dari diabetes?
Berikut adalah komplikasi penyakit dari diabetes:

1. Penyakit saraf
Penyakit saraf adalah komplikasi jangka panjang dari diabetes. Diperkirakan bahwa 60-70 persen penderita diabetes mengalaminya.

Penyakit saraf ini menyerang hampir semua sistem saraf di tubuh mulai dari yang ringan kram, nyeri kepala, sakit perut, punggung nyeri, tidak berkeringat. Hingga yang berat mengganggu sistem saraf pembulah darah seperti jantung hingga saraf di kelamin yang bisa menyebabkan impotensi serta gangren dengan risiko amputasi.

2. Penyakit mata (Retinopathy)
Karena penyempitan, pengerasan atau pemutusan pembuluh darah dan kapiler retina menyebabkan komplikasi serius yang dikenal sebagai retinopathy dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Dua komplikasi yang parah adalah katarak dan glaukoma.

4. Penyakit kardivaskular (jantung)
Akibat memiliki tekanan darah yang tinggi dan melemahnya fungsi-fungsi otot jantung.

3. Penyakit ginjal
Karena memiliki tekanan darah tinggi membuat fungsi ginjal terganggu.

4. Hipoglikemia
Terjadi karena penderita diabetes harus mendapat suntikan insulin dalam tubuh. Jika kemudian insulin lebih banyak dibandingkan dengan jumlah gula darah akan membuat gula darah turun di bawah level normal, inilah yang dinamakan hipoglikemia. Hipoglikemia bisa membuat seseorang pusing, bingung dan kehilangan kesadaran atau pingsan.

4. Gangguan pencernaan
Seperti gangguan lambung, divertikulitis, gejala sindrom iritasi usus besar, sakit perut, sembelit, diare dan batu empedu.

5. Komplikasi di mulut
Seperti sering mengalami gigi copot terutama pada penderita diabetes tipe 1.

6. Mudah infeksi
Risiko terkena infeksi cukup tinggi seperti infeksi luka, influenza, infeksi pernafasan hingga TBC tulang.

7. Komplikasi kehamilan
Tingkat kematian bayi lebih tinggi pada ibu yang menderita diabetes.

8. Ketoasidosis (darah menjadi asam)
Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton.

Cara mudah mendeteksi diabetes:
1. Lihatlah apakah air seni yang didiamkan sebentar dikerubuti semut atau tidak. Jika dikerebuti semut adalah pertanda kandungan gula di darah tinggi yang dibuang melalui urine.

2. Gunakan kertas uristix yang banyak dijual perusahaan farmasi. Masukkan kertas uristix ke air seni jika kertas berubah warna maka itu pertanda ada gejala diabetes.

3. Diagnosis laboratorium untuk mengetes glukosa darah. Pengujian kadar glukosa darah dengan puasa jika hasilnya lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl menunjukkan adanya diabetes.

Seorang dengan diabetes melitus harus disiplin menjaga dan memantau kadar gula darahnya. Tanpa pengobatan dan penyesuaian gaya hidup, diabetes melitus dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit serius lainnya. Komplikasi diabetes bahkan bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa. Apa saja komplikasi diabetes yang mungkin muncul?

Berbagai komplikasi diabetes, baik tipe 1 ataupun 2

Diabetes adalah penyakit yang memengaruhi hampir semua organ tubuh, termasuk jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, hingga saraf dan gigi. Maka, tidak heran jika penyakit komplikasi akibat diabetes melitus juga bisa menyerang berbagai organ tersebut.

Berikut sederet bahaya dan komplikasi diabetes melitus yang mungkin terjadi jika Anda tidak menjaga kadar gula darah dan menjalani pengobatan diabetes dengan baik.

1. Hiperglikemia dan hipoglikemia

Jika diabetesi (penderita diabetes) tidak dapat mengontrol penyakitnya, kadar gula dalam darah bisa melonjak tinggi atau bahkan turun sangat rendah. Kondisi nilai gula darah yang terlalu tinggi dari batas normal (bisa mencapai 500 mg/dL) disebut hiperglikemia. Sebaliknya, jika terlalu rendah (kurang dari 60 mg/dL) dinamakan hipoglikemia.

Penderita diabetes tipe 1 dapat mengalami hiperglikemia jika tidak melakukan suntik insulin sebelum makan. Ini karena tubuh akan kekurangan insulin yang berfungsi dalam proses perubahan glukosa menjadi energi. Sementara itu, orang yang rutin mengonsumsi obat diabetes juga bisa mengalami hipoglikemia jika tidak memantau kadar glukosa darahnya dengan baik. 

Jika tidak ditangani dengan baik, keduanya bisa mengancan jiwa karena dapat mengarah pada stroke, koma (mati otak) atau dikenal dengan diabetes koma, dan kematian.

2. Rambut rontok

Rambut rontok mungkin tergolong komplikasi diabetes melitus yang paling ringan. Meski tidak terlalu bahaya bagi kesehatan tubuh, rambut rontok tetap tidak boleh disepelekan.

Kerontokan rambut terjadi akibat kerusakan pembuluh darah sehingga aliran darah segar penuh nutrisi ke folikel rambut jadi terhambat. Folikel yang kekurangan nutrisi dan oksigen pada akhirnya melemah dan tidak dapat mendukung pertumbuhan rambut sehat.

Selain itu, kondisi ini juga ikut berdampak pada cara kerja sistem endokrin. Sistem endokrin menghasilkan hormon androgen yang mengatur pertumbuhan rambut serta kesehatan folikel rambut. Ketika sistem endokrin bermasalah, kesehatan folikel rambut juga bisa ikut terpengaruh sehingga rambut jadi mudah rontok.

Kerontokan akibat penyakit gula ini nantinya bisa menyebabkan kebotakan. Tidak hanya pada rambut di kepala, tapi juga di lengan, kaki, alis, dan bagian tubuh lainnya.

3. Masalah gigi dan mulut

Komplikasi diabetes melitus selanjutnya adalah masalah gigi dan mulut. Komplikasi ini umumnya muncul akibat kadar gula darah tinggi yang tidak terkendali. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi dan berbagai masalah pada mulut, termasuk gangguan pada gigi, gusi, serta lidah.

Air liur mengandung gula alami. Ketika diabetes tidak terkontrol, tak hanya glukosa dalam darah saja yang meningkat tapi juga glukosa pada air liur. Air liur yang tinggi gula akan mengundang bakteri untuk tumbuh dan berkembang di dalam mulut.

Nantinya, bakteri yang berkumpul di dalam mulut akan memicu pembentukan plak pada permukaan gigi. Plak yang semakin menebal dapat membuat gusi dan daerah di sekitar mulut menjadi meradang dan terinfeksi.

Beberapa masalah gigi dan mulut yang sering dialami oleh para diabetesi meliputi radang gusi (gingivitis), penyakit gusi (periodontitis), mulut kering, hingga candidiasis (infeksi jamur di mulut).

4. Disfungsi ereksi pada pria dan infeksi jamur vagina pada wanita

Banyak orang yang tidak sadar bahwa impotensi (disfungsi ereksi) termasuk komplikasi diabetes melitus pada pria.

Hampir sebanyak 1 dari 3 pria yang terkena diabetes mengalami disfungsi ereksi. Pada wanita, diabetes melitus dapat menimbulkan masalah seks akibat infeksi jamur vagina.

Efek diabetes pada pria berupa disfungsi ereksi menyebabkan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi. Ini terjadi karena rusaknya pembuluh darah dan saraf. Padahal, organ penis dipenuhi oleh pembuluh darah dan saraf.

Diabetes bisa membahayakan fungsi saraf tertentu pada tubuh, yakni autonomic nervous system (ANS). Sistem saraf ini mengontrol pelebaran dan pembatasan pembuluh darah. Jika pembuluh darah dan saraf pada penis pria rusak karena efek diabetes, hal ini dapat berdampak pada disfungsi ereksi.

Masalah saraf lainnya yang juga menjadi efek diabetes pada pria adalah ejakulasi terbalik. Kondisi ini berdampak pada sperma yang keluar mengarah ke dalam kandung kemih bukan sebaliknya. Ejakulasi terbalik juga bisa mengurangi produksi semen selama ejakulasi.

Sementara pada wanita, gejala infeksi jamur vagina dapat membuat seks tidak menyenangkan. Infeksi jamur pada organ intim diakibatkan oleh ketidakseimbangan bakteri akibat tingginya kadar gula dalam tubuh.

5. Kerusakan saraf

Neuropati diabetik adalah jenis kerusakan saraf yang terjadi akibat komplikasi diabetes melitus. Menurut American Academy of Family Physicians, 10-20% pengidap diabetes mengalami nyeri saraf.

Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf-saraf yang ada di tubuh. Pada kebanyakan kasus, komplikasi diabetes melitus ini menyerang saraf tangan dan kaki.

Komplikasi ini menyebabkan mati rasa, atau kesemutan pada jari-jari tangan dan kaki. Gejala lainnya yaitu timbulnya nyeri, kesemutan, kebas atau baal, hingga sensasi terbakar.

6. Kerusakan mata

Bahaya komplikasi akibat diabetes melitus tidak hanya menyerang saraf di kaki dan tangan saja, tapi juga mata. Pada mulanya, komplikasi ini ditandai dengan penglihatan kabur selama beberapa hari atau minggu dan akan hilang setelah kadar gula yang tinggi kembali normal.

Namun, ketika kadar gula darah terus-terusan tinggi, pembuluh darah kecil yang ada di belakang mata bisa rusak.

Pembuluh darah yang rusak akibat diabetes melitus ini dapat melemahkan saraf, bahkan menimbulkan adanya pembengkakan dan berisi cairan. Selain itu, pembuluh darah ini dapat mengalami perdarahan di bagian tengah mata, yang memicu pertumbuhan jaringan parut atau menyebabkan tekanan tinggi di dalam mata Anda.

Beberapa gangguan penglihatan akibat diabetes melitus yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Retinopati diabetik
  • Edema makula diabetik
  • Glaukoma
  • Katarak diabetik

7. Penyakit kardiovaskuler

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan lemak menumpuk di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, kondisi ini bisa menghambat sirkulasi darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko aterosklerosis pada pasien diabetes melitus.

Aterosklerosis akibat komplikasi diabetes menandakan adanya pengerasan pembuluh darah yang dapat menimbulkan bahaya kesehatan, seperti serangan jantung atau stroke.

Hal ini pun dibenarkan oleh American Heart Association (AHA). Dalam website resminya, AHA mengatakan bahwa orang dengan diabetes empat kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung ketimbang mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes.

Para ahli percaya bahwa komplikasi diabetes melitus ini bisa terjadi akibat adanya faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskuler. Faktor risiko yang dimaksud, yaitu tekanan darah tinggi, kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, obesitas, malas gerak, serta merokok.

Selain itu, orang yang memiliki diabetes juga berisiko terkena aritmia. Kondisi ini merujuk pada detak jantung yang tidak normal; bisa lebih cepat, lebih lambat, atau tidak teratur.

Aritmia bisa menyebabkan jantung yang tidak memompa dengan benar sehingga sirkulasi darah pada otak dan organ-organ penting di dalam tubuh terhambat. Komplikasi ini juga bisa menyebabkan diabetesi mengalami stroke dan gagal jantung. Lambat laun, akibat penyakit gula ini bisa membuat jantung rusak dan lemah.

8. Kerusakan ginjal (nefropati diabetik)

Mayo Clinic mengatakan bahwa lebih dari 405 orang dengan diabetes mengalami kerusakan ginjal akibat komplikasi diabetes.

Kerusakan ginjal akibat diabetes dalam istilah medis disebut dengan nefropati diabetik. Kondisi ini dapat menyerang orang dengan jenis diabetes melitus tipe 1 ataupun tipe 2. Nefropati diabetik terjadi ketika diabetes merusak pembuluh darah dan sel-sel yang ada di ginjal Anda.

Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras sehingga memicu terjadinya kerusakan pembuluh darah kecil (glomeruli) di ginjal. Lambat laun, pembuluh darah pada ginjal yang rusak dapat menurunkan fungsi ginjal.

9. Kaki diabetik (diabetic foot)

Ketika diabetes, luka sedikit saja bisa jadi infeksi parah yang sulit diobati dan lama sembuhnya.

Dalam kasus yang serius, luka ketika diabetes  bahkan bisa membuat kaki diamputasi. Komplikasi diabetes melitus satu ini dikenal dengan diabetic foot atau kaki diabetes.

Komplikasi diabetes melitus ini terjadi karena tingginya kadar gula darah dapat menghambat sirkulasi darah ke bagian kaki serta kerusakan saraf kaki. Akibatnya sel-sel kaki kesulitan untuk memperbaiki jaringan dan saraf yang rusak.

Selain itu, kerusakan saraf pada kaki diabetik juga dapat menyebabkan mati rasa atau sensai kebas di bagian kaki.

10. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes melitus yang serius dan tak boleh Anda sepelekan.

Menurut American Diabetes Association, ketoasidosis lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1.Kondisi ini terjadi ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam darah, yang disebut keton.

Ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula darah, tubuh akan  memecah lemak sebagai energi. Proses pemecahan lemak menjadi energi akan menghasilkan keton.

Keton yang dihasilkan berlebihan akan menumpuk di dalam darah dan menimbulkan gejala dehidrasi berat seperti haus berlebihan, sering buang air kecil, dan tubuh lemas. Tak jarang, ketoasidosis bisa sampai menyebabkan koma.

Penyakit diabetes memang tidak dapat disembuhkan, tapi Anda bisa mengelola gejala dan mencegah komplikasinya. Kuncinya adalah rutin melakukan pemeriksaan ke dokter dan minum obat, mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, dan menghindari pantangan diabetes.

Di samping itu, Anda juga perlu rutin mengecek kadar gula dalam darah. Dokter yang merupakan ahli endokrinologi akan memberi tahu kadar gula darah yang normal untuk Anda.

Kadar glukosa darah yang ideal untuk setiap orang mungkin bisa berbeda-beda nilainya karena tergantung dengan usia, kondisi kesehatan tertentu seperti kehamilan, atau faktor lainnya.