ODHA dengan Infeksi Oportunis : Dermatitis Kronis dan SGB

Perbaikan yang begitu cepat hanya dalam waktu 1 bulan pengobatan. Alhamdulllah

Control Keberadaan Virus HIV

Sangat penting di lakukan Kontrol VL selama Pengobatan Kami

Penyakit HIV secara modern belum di temukan obatnya, karena itu banyak pasien mencari jalan pengobatan alternatif.
Namun sebaiknya ODHA harus pandai memilih dan memilah metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan syariat pengobatan HIV
yakni memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengeluarkan virus dari tubuh, dan mengobati infeksi oportunistis.


Ramuan kami di buat dari bahan herbal pilihan ( lokal / impor ) Insha Allah mampu mencegahan dan mengobati penyakit HIV

Berbekal pengalaman kami, siap berikan GARANSI PENGOBATAN

Konsultasi :
0858 6941 2009
0823 3222 2009 - no sms

Cara Mencegah virus HIV Tabib Masrukhi GARANSI 100%

MENCEGAH VIRUS HIV GARANSI 100%

Anda telah melakukan hubungan sex BERESIKO, baik ada GEJALA ataupun belum ada gejala seperti flu, kondisi badan cepat lemah, sakit kepala, diare, panas dalam hilang timbul, kemudian di lakukan tes antihiv dan hasilnya masih “ non reaktif “ selanjutnya petugas VCT / dokter menyarankan untuk tes antihiv ulang 3 bulan lagi. Maka sebaiknya SEGERA di lakukan TERAPI PENCEGAHAN, tidak harus menunggu 3 bulan, karena jika menunggu hasilnya justru akan “ reaktif ”  kemudian  baru di lakukan pengobatan maka anda TERLAMBAT.

Sebab Kondisi pasien saat Periode Jendela ( Window Period )
  1. Tes HIV masih negatif ( Non Reaktif ) karena jumlah virus hiv masih sedikit sehingga belum terbentuk antibodi
  2. Pasien mampu menularkan HIV ke orang lain terutama lewat hubungan sex, jarum suntik, Tranfusi darah
Hasil antihiv “ non reaktif “ karena jumlah virus hiv masih sedikit sehingga belum terbentuk antibodi. Pada saat virus masih sedikit, inilah saat yang paling tepat untuk di lakukan TINDAKAN TERAPI PENCEGAHAN agar terhindar dari Penyait HIV selamanya.

TERAPI PENCEGAHAN HIV
sd Mei 2018 TERBUKTI 100% BERHASIL

sekali lagi  JANGAN menunggu hasil antihiv " Reaktif “ anda akan terlambat
INGAT  !!!! Mencegah lebih baik dari pada mengobati

PROSEDUR PENGOBATAN

RAWAT  JALAN    :  Pasien datang langsung ke tempat praktek dengan membawa hasil cek darah
PENGOBATAN JARAK JAUH      
Kirim melalui WA 082332222009
  1. Nama
  2. Alamat
  3. Hasil cek darah
  4. Pasien Konsultasi langsung by Phone  0823 3222 2009
  5. Kirim biaya Pengobatan melalui bank BNI 0823322229 an.MASRUKHI 
Selanjutnya paket ramuan kami kirim ke alamat anda

Biaya Pengobatan +ongkos kirim Rp. 4,6 juta / PAKET untuk pengobatan selama satu bulan. Apalah artinya 4,6 juta jika di bandingkan anda menderita HIV seumur hidup dengan segala resikonya.

kami berani GARANSI 

UPAYA PENCEGAHAN dan LAMA PENCEGAHAN.

Terapi pencegehan HIV tidak cukup hanya menggunakan ramuan yang hanya berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh tetapi perlu pengobatan secara menyeluruh. dengan ramuan khusus kami Insha Allah mampu memberantas virus hiv secara TUNTAS.
Lamannya terapi pencegahan 1 sd 3 bulan tergantung kondisi pasien. rata rata cukup 1 paket.

Demikian semoga Allah menyembuhkan anda

KONSULTASI

Tabib Masrukhi   : 0823 3222 2009

      GRIYA MEDISTRA
      Jl. Krida Mulya 27
      Kel.Kembaran Kulon
      Kec.Purbalingga
      Kab Purbalingga JAWA TENGAH

TESTIMONI PALSU HIV - HATI HATI

Hasil gambar untuk hiv palsu
Informasi ini saya dapatkan dari pasien pasien kami yang sudah merobat ke alternatif ( tanpa saya menyebut nama dan lokasinya )  mereka merasa di bohongi dengan janji janji palsu HIV SEMBUH TUNTAS menjadi NON REAKTIF, 
Hasilnya jangankan sembuh tuntas kondisi tubuh saja belum ada perubahan,  masih suka ngedrop mudah lemas dan lain lain. 

Karena itu saya menghimbau ODHA lebih berhati hati, bijaksana untuk memilih metode pengobatan, Jangan mudah percaya dengan testimoni dua tiga bulan sembuh tuntas. 

Biasanya testimoni yang di berikan tanpa di buktikan hasil tes darah . Adapun trik mereka : 
  • Menunjukan bukti hasil tes antihiv non reaktif tanpa menunjukan hasil lab sebelumnya.
  • Pengobat bekerja sama dengan orang dalam. (seperti mafia ) salah satu dari tim pengobat berperan  seolah olah sebagai mantan pasien yang telah sembuh tuntas dengan mendekati dan  menceritakan kepada pasien lainya yang sedang berobat tanpa menunjukan hasil laboratorium, hanya cerita membuat testimoni palsu seolah olah dia sudah sumbuh tuntas setelah berobat. 
Demikian semoga ODHA lebih berhati hati dalam berobat .

Saran : 
Jika anda sedang menjalani pengobatan dalam satu minggu tidak ada perubahan / perbaikan yang di rasakan atau Gejala hiv masih ada, sebaiknya jangan di teruskan.

semoga bermanfaat

Tabib Masrukhi

10 BESAR PROPINSI DENGAN HIV AIDS

Berikut ini merupakan 10 urutan provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus infeksi HIV tertinggi:
  1. DKI Jakarta (4.695)
  2. Jawa Timur (4.155)
  3. Jawa Barat (3.741)
  4. Papua (3.494)
  5. Jawa Tengah (3.005)
  6. Bali (2.028)
  7. Sumatera Utara (1.491)
  8. Kepulauan Riau (885)
  9. Papua Barat (702)
  10. Sulawesi Selatan (700)
sumber data:  http://goo.gl/tl9h3H

Berikut ini merupakan 10 urutan provinsi di indonesia dengan jumlah kasus infeksi HIV terendah:
  1. Sulawesi Barat (13)
  2. Gorontalo (24)
  3. Maluku Utara (45)
  4. Aceh (48)
  5. Kalimantan Utara (84)
  6. Bengkulu (87)
  7. Sulawesi Tenggara (129)
  8. Kalimantan Tengah (134)
  9. Sulawesi Tengah (138)
  10. Kepulauan Bangka Belitung (147)

GEJALA HIV AIDS

Tahapan-Tahapan Gejala HIV AIDS

Gejala HIV Fase Primer atau Akut


Gejala HIV Fase Laten 

Setelah infeksi awal, seseorang mungkin tidak memiliki gejala apapun. Ini disebut fase laten. 
Pada beberapa orang, pembengkakan kelenjar getah bening tetap terjadi selama fase laten ini. Jika tidak, maka tidak ada tanda-tanda dan gejala khusus. 

Perkembangan penyakit bervariasi antar individu dimana kondisi ini dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama periode ini, virus terus berkembang biak secara aktif dan menginfeksi dan membunuh sel-sel sistem kekebalan tubuh. Padahal sistem kekebalan tubuh kita berfungsi untuk melawan bakteri, virus, dan penyebab infeksi lainnya. 

Gejala Awal Infeksi HIV 

Setelah sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang yang terinfeksi HIV dapat mengembangkan gejala berikut:
  • Demam atau panas. Menyerupai demam pada umumnya, yaitu suhu tubuh yang tinggi bisa berkisaar antara 38-40 derajat selsius. Demam terjadi ketika tubuh membentuk antibodi dalam melawan virus. 
  • Sakit kepala. Adalah efek dari timbulnya demam, ketika demam muncul maka disusul dengan sakit kepala, namun gejala ini tidak selalu ada. 
  • Nyeri otot. Sakit atau pegal-pegal pada badan merupakan kondisi umum yang bisa disebabkan oleh penyakit HIV tahap awal, bedakan dengan pegal-pegal akibat kelelahan. Nyeri otot di sini dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang meriyang bersamaan dengan demam. 
  • Ruam. Memang ini ciri-ciri HIV yang tidak selalu ada dan kehadirannya pun seringkali diabaikan lantaran ruam yang muncul hanya samar-samar, tidak seperti pada campak yang tampak jelas. 
  • Menggigil. Ketika suhu tubuh naik tinggi dibanding dengan lingkungan atau suhu ruangan, maka seseorang bisa mengalami menggigil. 
  • Sakit tenggorokan. Rasa mirip dengan ketika terkena radang tenggorokan. 
  • Sariawan pada Mulut atau alat kelamin 
  • Pembesaran Kelenjar getah bening, terutama pada leher. 
  • Nyeri sendi 
  • Keringat malam 
  • Diare

Meskipun gejala HIV primer ini mungkin cukup ringan, namun jumlah virus dalam aliran darah (viral load) sangat tinggi. Sebagai akibatnya, infeksi HIV akan menyebar lebih efisien selama infeksi primer daripada selama tahap berikutnya. Gejala HIV akut ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, Namun virus masih tetap eksis dalam tubuh.
Sel-sel kekebalan tubuh yang diserang oleh virus HIV yaitu sel-sel yang merupakan pejuang infeksi primer, yang disebut CD4+ atau sel T4.

Banyak orang tidak mengalami gejala apapun setelah terinfeksi HIV. Sedangkan sebagian lainnya mengalami gejala HIV yang mirip flu dalam satu atau dua bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini disebut sebagai infeksi HIV primer atau akut, bisa berlangsung selama beberapa minggu. 

Tanda-tanda dan gejala HIV primer atau akut antara lain: 

  • Lemah 
  • Berat badan turun 
  • Demam dan sering berkeringat 
  • Infeksi jamur persisten atau sering terjadi 
  • Ruam kulit persisten atau kulit terkelupas 
  • Kehilangan memori jangka pendek 
  • Infeksi herpes pada mulut, genital, atau anus.
  • Berkembang menjadi AIDS
Jika tidak menerima pengobatan, HIV ini biasanya berkembang menjadi AIDS dalam waktu sekitar 10 tahun. Pada saat AIDS berkembang, sistem kekebalan tubuh telah rusak parah, membuat seseorang rentan terhadap infeksi.

Gejala AIDS 

Definisi AIDS termasuk semua orang terinfeksi HIV yang memiliki kurang dari 200 sel CD4+ per mikroliter darah. 
Definisi ini juga mencakup 26 kondisi penyakit yang umum pada penyakit HIV lanjut, tetapi yang jarang terjadi pada orang sehat. Artinya orang yang terkena HIV karena kekebalan tubuhnya lemah, maka akan mudah terserang infeksi baik oleh bakteri, virus, jamur, parasit, maupun organisme lainnya 
kondisi ini disebut dengan infeksi oportunistik. Jadi yang menjadi gejala dan penderitaan adalah infeksi yang menyerang (oportunistik), bukan penyakit AIDS itu sendiri.

Tanda-tanda dan gejala AIDS yang merupakan tanda-tanda infeksi oportunistik adalah sebagai berikut: 

  • Keringat berlebihan di malam hari Menggigil atau demam lebih tinggi dari 100 F (38 C) selama beberapa minggu 
  • Batuk, karena seringnya terkena peradangan atau infeksi di tenggorokan. 
  • Sulit atau sakit saat menelan 
  • Sesak napas, bisa terjadi akibat pneumonia atau paru-paru basah yang sering disebabkan oleh mikoorganisme pneumocystic carinii. 
  • Diare kronis, maksudnya adalah menderita diare yang lama meskipun telah diobati namun tak kunjung sembuh. 
  • Bintik-bintik putih Persistent atau lesi yang tidak biasa di lidah atau di mulut (sariawan) 
  • Sakit kepala 
  • Kelelahan yang terus menerus 
  • Penglihatan kabur dan terdistorsi 
  • Berat badan turun drastis 
  • Ruam kulit atau benjolan
Orang dengan AIDS rentan untuk juga terhadap berbagai kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma. 

Setelah diagnosis AIDS ditegakkan, rata-rata waktu survival diperkirakan 2-3 tahun. Jika merasa ada gejala-gejala HIV AIDS seperti di atas, apalagi termasuk golongan yang berisiko maka segeralah Berobat

INFEKSI OPORTUNISTIK

INFEKSI OPORTUNISTIK
Dalam tubuh anda sebenarnya terdapat banyak kuman – bakteri, protozoa, jamur dan virus. Saat sistim kekebalan anda bekerja dengan baik, sistim tersebut mampu mengendalikan kuman-kuman ini. Tetapi bila sistim kekebalan dilemahkan oleh penyakit HIV atau oleh beberapa jenis obat, kuman ini mungkin tidak terkuasai lagi dan dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Infeksi yang mengambil manfaat dari lemahnya pertahanan kekebalan tubuh disebut “oportunistik”. Kata “infeksi oportunistik” sering kali disingkat menjadi “IO”.
Anda dapat terinfeksi IO, dan “dites positif” untuk IO tersebut, walaupun anda tidak mengalami  penyakit tersebut. Misalnya, hampir setiap orang dengan HIV akan menerima hasil tes positif untuk sitomegalia (Cytomegalovirus atau CMV). Tetapi penyakit CMV itu sendiri jarang dapat berkembang kecuali bila jumlah CD4 turun di bawah 50, yang menandakan kerusakan parah terhadap sistem kekebalan.
Untuk menentukan apakah anda terinfeksi IO, darah anda dapat dites untuk antigen (potongan kuman yang menyebabkan IO) atau untuk antibodi (protein yang dibuat oleh sistem kekebalan untuk memerangi antigen). Bila antigen ditemukan artinya anda terinfeksi. Ditemukan antibodi berarti anda pernah terpajan infeksi. Anda mungkin pernah menerima imunisasi atau vaksinasi terhadap infeksi tersebut, atau sistem kekebalan anda mungkin telah “memberantas” infeksi dari tubuh, atau anda mungkin terinfeksi.
Jika anda terinfeksi kuman yang menyebabkan IO, dan jika jumlah CD4 anda cukup rendah sehingga memungkinkan IO berkembang, dokter anda akan mencari tanda penyakit aktif. Tanda ini tergantung pada jenis IO.


Apa IO yang paling umum?
Pada perempuan, masalah kesehatan di daerah vagina dapat menjadi tanda awal infeksi HIV. Masalah ini, antara lain, termasuk penyakit radang panggul dan vaginosis bakteri.
IO yang paling umum terlampir di sini, bersama penyakit yang biasa disebabkannya, dan jumlah CD4 waktu penyakit menjadi aktif:
  • Kandidiasis (thrush) adalah infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina. Rentang CD4: dapat terjadi bahkan dengan CD4 yang agak tinggi.

  • Virus sitomegalia (CMV) adalah infeksi virus yang menyebabkan penyakit mata yang dapat mengakibatkan kebutaan. Rentang CD4: di bawah 50.
  • Berbagai macam virus herpes simpleks dapat menyebabkan herpes pada mulut atau alat kelamin. Ini adalah infeksi yang agak umum, tetapi jika anda mengidap HIV, perjangandannya dapat jauh lebih sering dan lebih parah. Penyakit ini dapat terjadi pada jumlah CD4 berapa pun.

  • Malaria adalah umum di beberapa daerah di Indonesia. Penyakit ini lebih umum dan lebih parah pada orang terinfeksi HIV.

  • Mycobacterium avium complex (MAC atau MAI) adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan demam kambuhan, rasa sakit umum, masalah pada pencernaan, dan kehilangan berat badan yang parah. Rentang CD4: di bawah 75.

  • Pneumonia Pneumocystis (PCP) adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru) yang berbahaya. Rentang CD4: di bawah 200. Sayangnya, IO ini masih umum terjadi pada orang yang belum mengetahui dirinya terinfeksi HIV.

  • Toksoplasmosis (tokso) adalah infeksi protozoa otak. Rentang CD4: dibawah 100.

  • Tuberkulosis (TB) adalah infeksi bakteri yang menyerang paru-paru, dan dapat menyebabkan meningitis (radang selaput otak). Rentang CD4: Setiap orang dengan HIV yang dites positif terpajan TB sebaiknya diobati.


Pencegahan IO

Sebagian besar kuman yang menyebabkan IO sangat umum, dan mungkin anda telah membawa beberapa dari infeksi ini. Anda dapat mengurangi risiko infeksi baru dengan tetap menjaga kebersihan dan menghindari sumber kuman yang diketahui yang menyebabkan IO.

PENCEGAHAN VIRUS HIV - GARANSI 100%

Mencegah Virus HIV itu lebih baik  - segera cegah sebelum terlambat GARANSI 100%

Siapa sih yang tidak merasa takut dengan penyakit HIV ? Bila saudara merasa tertular kita hanya bisa berupaya mencegahnya dimasa jendela
Gambar di atas di ambil dari salah satu pasien dengan hasil 
antihiv 0.07 masih sedikit dinyatakan non reaktif.

Sebab Kondisi pasien saat Periode Jendela
  • Tes HIV masih negatif ( hasil antihiv non reaktif )
  • Virus HIV sudah ada tapi belum terbentuk antibodi
  • Pasien mampu menularkan HIV ke orang lain terutama lewat hubungan sex, jarum suntik pd IDU, Tranfusi darah

Inilah cara yang paling aman untuk Pencegahan HIV agar terhindar dari penyakit HIV dan terkena AIDS adalah :
  • Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sah
  • Hindari hubungan seksual di luar nikah atau sesama jenis untuk mengindari azab / murka Allah
  • Tidak berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Pastikan bahwa darah yang akan di transfusi steril dari kontaminasi virus HIV
  • Penyalahgunaan narkoba dengan jarum suntik sangat mudah sekali menularkan virus HIV.
  • Bayi baru lahir dari ibu penderita HIV pastikan bayi dalam pengawasan dokter spesialis
Bagaimana bila anda merasa BERESIKO ?
  • Tetaplah tenang jangan gelisah karena kegelisahan anda melemahkan daya tahan tubuh anda
  • Segera konsultasikan ke dokter setempat atau 
  • Lakukan TERAPI PENCEGAHAN HIV hub Tabib Masrukhi 0823 3222 2009
  • Dan yang terpenting senantiasa berdoa kepada Allah
Bagi yang serius berobat mohon kunjungi link di bawah ini terlebih dahulu. jika ada pertanya an lain silahkan telp kami

● Prosedur Pengobatan   klik disini 

● Biaya pengobatan   klik disini
● Garansi Pengobatan   klik disini
● Metode Pengobatan   klik disini
● Tanya Jawab   klik disini 

Demikian semoga Allah memberikan pertolongan kepada hamba yang di kehendaki-Nya

GBS - TERAPI Guillain Barre Syndrome


Berpengalaman mengobati penyakit GBS, dengan metode multi terapi, insya Alloh GBS dapat segera di atasi di atasi
Jangan Putus Asa, Jika saudara menderita GBS, jangan ragu Hubungi kami 082332222009

Guillain Bare Syndrome atau yang dikenal dengan GBS adalah peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas. Sindrom ini ditemukan pada tahun 1916 oleh Georges Guillain, Jean-Alexandre BarrĂ©, dan AndrĂ© Strohl. Mereka menemukan sindrom ini pada dua tentara yang menderita peningkatan produksi protein cairan otak yang abnormal. Diagnosis GBS dapat dilakukan dengan menganalisa cairan otak dan electrodiagnostic. Indikasi terjadinya infeksi GBS adalah kenaikan sel darah putih pada cairan otak.

GBS (Guillain Barre Syndrome) merupakan salah satu dari penyakit autoimun. Pada kondisi normal, tubuh akan menghasilkan antibodi yang berfungsi untuk melawan antigen atau zat yang merusak tubuh ketika tubuh terinfeksi penyakit, virus, maupun bakteri. 
Namun pada kasus GBS, antibodi yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang sistem saraf tepi dan menyebabkan kerusakan pada sel saraf.  
Kerusakan tersebut akan menyebabkan kelumpuhan motorik dan gangguan sensibilitas penderita GBS. Jika kerusakan terjadi sampai pangkal saraf maka dapat terjadi kelainan pada sumsum tulang belakang.

Gejala
Gejala awal dari penyakit ini rasa seperti ditusuk-tusuk jarum diujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku atau mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau memutar seusatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dll).
Gejala umum GBS:
  • Tak bisa merasakan refleks tangan dan kaki
  • Tekanan darah rendah
  • Mati rasa
  • Rasa terbakar
  • Lemah otot atau kelumpuhan:
    • Dalam kasus ringan, yang dialami hanya lemas
    • Bisa terjadi di tangan dan kaki berbarengan
    • Bisa memburuk dalam jangka waktu 24-72 jam
    • Bisa saja hanya menyerang saraf kepala
    • Bisa dimulai dari tangan lalu turun ke kaki atau sebaliknya
Jika mengalami gejala diatas, segeralah periksakan diri ke dokter agar pengobatan dapat dilakukan sejak dini, agar penanganan dan pemberian obat GBS tidak terlambat. atau anda bisa menghubungi kami 082332222009 kami bisa GARANSI pengobatan.

Testimoni  pada Penderita GBS ( kisah nyata, bisa kami pertanggung jawabkan ) 
 
Bapak Mintoharja dari desa slatri kec. padamara Purbalingga juni 2005 di nyatakan dokter spesialis RS setempat di nyatakan menderita penyakit autoimun GBS (guillain bare syndrom). Gejala awal yang saya rasakan adalah flu, demam, meriang selama 2 minggu dan pada waktu itu saya pikir hanya gejala demam biasa. Kondisi fisik semakin hari semakin menurun, gejala flu dan meriang-meriang mereda setelah dua minggu.Begitu gejal flu dan meriang mereda saya mulai merasakan kesemutan pada ujung-ujung jari kaki dan tangan, semakin lama rasa kesemutan semakin naik dan menjalar ke bagian tubuh bagian atas. Selain kesemutan juga mulai terasa nyeri.  Pada bulan juli rasa kesemutan sudah naik sampai ke pangkal paha dan saya mengalami kelumpuhan total pada bulan juli. sudah opnam di RS setempat cuma sampai dengan pulang pun masih mengalami kelumpuhan total/sama sekali tidak bisa jalan.
Alhamdulillah setelah berobat ke pak Tabib Masrukhi, sore di obati .. pagi nya langsung bisa berjalan. Alhamdulillah hingga sampai sekarang sudah dapat beraktifitas seperti biasanya.