TERAPI KOMPLEMENTER

 


Terapi komplementer adalah terapi non konvensional, atau dikenal dengan nama pengobatan tradisional yang difungsikan sebagai pembantu atau pendukung pengobatan modern / medis

Fungsi terapi komplementer atau cara tradisional yaitu mengurangi dampak negatif obat-obat kimia yang diminum.

JENIS – JENIS TERAPI KOMPLEMENTER
Dari hasil penelitian pendapat mahasiswa perawat tentang terapi komplementer yang direkomendasikan untuk perawat adalah : masase, terapi musik, diet, teknik relaksasi, vitamin dan produk herbal 
Di Amerika terapi komplementer kedokteran dibagi 4 jenis terapi : Chiropractic , teknik relaksasi, terapi masase dan akupunktur.
Menurut National Institute of Health (NIH), terapi komplementer dikategorikan menjadi 5, yaitu :

  1. Biological Based Practice : herbal, vitamin, dan suplemen lain
  2. Mind-body techniques : meditasi
  3. Manipulative and body-based practice : pijat, refleksi
  4. Energy therapies : terapi medan magnet 
  5. Ancient medical systems : obat tradisional chinese, aryuvedic, akupuntur  
Di Indonesia ada 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan untuk dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan konvensional, yaitu sebagai berikut :

1.  Akupunktur medic yaitu metode yang berasal dari Cina ini diperkirakan sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan tertentu dan juga sebagai analgesi (pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan mengaktivasi berbagai molekul signal yang berperan sebagai komunikasi antar sel. Salah satu pelepasan molekul tersebut adalah pelepasan endorphin yang banyak berperan pada sistem tubuh.

2.  Terapi hiperbarik, yaitu suatu metode terapi dimana pasien dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan udara 2 – 3 kali lebih besar daripada tekanan udara atmosfer normal (1 atmosfer), lalu diberi pernapasan oksigen murni (100%). Selama terapi, pasien boleh membaca, minum, atau makan untuk menghindari trauma pada telinga akibat tingginya tekanan udara.

3.  Terapi herbal medik, yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun efektivitasnya
DISCLAIMER : 2-3 hari kami obati umum nya pasien merasakan perubahan yang cepat. Namun hasil pengobatan juga tergantung kondisi pasien dan IO (Infeksi Oportunis).
Berdoa dan berobatlah yang benar.