Penyakit HIV secara modern belum di temukan obatnya, karena itu banyak pasien mencari jalan pengobatan alternatif.
Namun sebaiknya ODHA harus pandai memilih dan memilah metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan syariat pengobatan HIV
yakni memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengeluarkan virus dari tubuh, dan mengobati infeksi oportunistis.


Ramuan kami di buat dari bahan herbal pilihan ( lokal / impor ) Insha Allah mampu mencegahan dan mengobati penyakit HIV

Berbekal pengalaman kami, siap berikan GARANSI PENGOBATAN

Konsultasi :
0858 6941 2009
0823 3222 2009 - no sms

GEJALA HIV AIDS

Tahapan-Tahapan Gejala HIV AIDS

Gejala HIV Fase Primer atau Akut


Gejala HIV Fase Laten 

Setelah infeksi awal, seseorang mungkin tidak memiliki gejala apapun. Ini disebut fase laten. 
Pada beberapa orang, pembengkakan kelenjar getah bening tetap terjadi selama fase laten ini. Jika tidak, maka tidak ada tanda-tanda dan gejala khusus. 

Perkembangan penyakit bervariasi antar individu dimana kondisi ini dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama periode ini, virus terus berkembang biak secara aktif dan menginfeksi dan membunuh sel-sel sistem kekebalan tubuh. Padahal sistem kekebalan tubuh kita berfungsi untuk melawan bakteri, virus, dan penyebab infeksi lainnya. 

Gejala Awal Infeksi HIV 

Setelah sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang yang terinfeksi HIV dapat mengembangkan gejala berikut:
  • Demam atau panas. Menyerupai demam pada umumnya, yaitu suhu tubuh yang tinggi bisa berkisaar antara 38-40 derajat selsius. Demam terjadi ketika tubuh membentuk antibodi dalam melawan virus. 
  • Sakit kepala. Adalah efek dari timbulnya demam, ketika demam muncul maka disusul dengan sakit kepala, namun gejala ini tidak selalu ada. 
  • Nyeri otot. Sakit atau pegal-pegal pada badan merupakan kondisi umum yang bisa disebabkan oleh penyakit HIV tahap awal, bedakan dengan pegal-pegal akibat kelelahan. Nyeri otot di sini dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang meriyang bersamaan dengan demam. 
  • Ruam. Memang ini ciri-ciri HIV yang tidak selalu ada dan kehadirannya pun seringkali diabaikan lantaran ruam yang muncul hanya samar-samar, tidak seperti pada campak yang tampak jelas. 
  • Menggigil. Ketika suhu tubuh naik tinggi dibanding dengan lingkungan atau suhu ruangan, maka seseorang bisa mengalami menggigil. 
  • Sakit tenggorokan. Rasa mirip dengan ketika terkena radang tenggorokan. 
  • Sariawan pada Mulut atau alat kelamin 
  • Pembesaran Kelenjar getah bening, terutama pada leher. 
  • Nyeri sendi 
  • Keringat malam 
  • Diare

Meskipun gejala HIV primer ini mungkin cukup ringan, namun jumlah virus dalam aliran darah (viral load) sangat tinggi. Sebagai akibatnya, infeksi HIV akan menyebar lebih efisien selama infeksi primer daripada selama tahap berikutnya. Gejala HIV akut ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, Namun virus masih tetap eksis dalam tubuh.
Sel-sel kekebalan tubuh yang diserang oleh virus HIV yaitu sel-sel yang merupakan pejuang infeksi primer, yang disebut CD4+ atau sel T4.

Banyak orang tidak mengalami gejala apapun setelah terinfeksi HIV. Sedangkan sebagian lainnya mengalami gejala HIV yang mirip flu dalam satu atau dua bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini disebut sebagai infeksi HIV primer atau akut, bisa berlangsung selama beberapa minggu. 

Tanda-tanda dan gejala HIV primer atau akut antara lain: 

  • Lemah 
  • Berat badan turun 
  • Demam dan sering berkeringat 
  • Infeksi jamur persisten atau sering terjadi 
  • Ruam kulit persisten atau kulit terkelupas 
  • Kehilangan memori jangka pendek 
  • Infeksi herpes pada mulut, genital, atau anus.
  • Berkembang menjadi AIDS
Jika tidak menerima pengobatan, HIV ini biasanya berkembang menjadi AIDS dalam waktu sekitar 10 tahun. Pada saat AIDS berkembang, sistem kekebalan tubuh telah rusak parah, membuat seseorang rentan terhadap infeksi.

Gejala AIDS 

Definisi AIDS termasuk semua orang terinfeksi HIV yang memiliki kurang dari 200 sel CD4+ per mikroliter darah. 
Definisi ini juga mencakup 26 kondisi penyakit yang umum pada penyakit HIV lanjut, tetapi yang jarang terjadi pada orang sehat. Artinya orang yang terkena HIV karena kekebalan tubuhnya lemah, maka akan mudah terserang infeksi baik oleh bakteri, virus, jamur, parasit, maupun organisme lainnya 
kondisi ini disebut dengan infeksi oportunistik. Jadi yang menjadi gejala dan penderitaan adalah infeksi yang menyerang (oportunistik), bukan penyakit AIDS itu sendiri.

Tanda-tanda dan gejala AIDS yang merupakan tanda-tanda infeksi oportunistik adalah sebagai berikut: 

  • Keringat berlebihan di malam hari Menggigil atau demam lebih tinggi dari 100 F (38 C) selama beberapa minggu 
  • Batuk, karena seringnya terkena peradangan atau infeksi di tenggorokan. 
  • Sulit atau sakit saat menelan 
  • Sesak napas, bisa terjadi akibat pneumonia atau paru-paru basah yang sering disebabkan oleh mikoorganisme pneumocystic carinii. 
  • Diare kronis, maksudnya adalah menderita diare yang lama meskipun telah diobati namun tak kunjung sembuh. 
  • Bintik-bintik putih Persistent atau lesi yang tidak biasa di lidah atau di mulut (sariawan) 
  • Sakit kepala 
  • Kelelahan yang terus menerus 
  • Penglihatan kabur dan terdistorsi 
  • Berat badan turun drastis 
  • Ruam kulit atau benjolan
Orang dengan AIDS rentan untuk juga terhadap berbagai kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma. 

Setelah diagnosis AIDS ditegakkan, rata-rata waktu survival diperkirakan 2-3 tahun. Jika merasa ada gejala-gejala HIV AIDS seperti di atas, apalagi termasuk golongan yang berisiko maka segeralah Berobat