“Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (As Syu’araa: 80)
Slide 1 Code Start -->

ODHA dengan Infeksi Oportunis : Dermatitis Kronis dan SGB

Perbaikan yang begitu cepat hanya dalam waktu 1 bulan pengobatan. Alhamdulllah

Control Keberadaan Virus HIV

Sangat penting di lakukan Kontrol VL selama Pengobatan Kami

Rasulullah ï·º
“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah”

Cara Mengendalikan Gula Darah

Pada orang dengan diabetes, tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang dimilikinya secara efektif. Akibatnya, jumlah gula dalam darah menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya

Menurut data Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), di tahun 2020 1 dari 25 orang dari 10 persen dari penduduk Indonesia mengalami diabetes. International Diabetes Federation (IDF) juga mengungkapkan bahwa Indonesia berada di urutan ketujuh dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi.


Mengenal Jenis Penyakit Diabetes Militus 

4 Tipe diabetes yang perlu Anda ketahui

Ada beberapa klasifikasi diabetes, di antaranya yang mungkin paling Anda hafal adalah diabetes melitus (DM) tipe 1 dan 2. Ada juga jenis diabetes yang dialami dalam masa kehamilan yang dikenal dengan istilah diabetes gestasional.

Tidak mudah membedakan diabetes tipe 1 dan 2 karena secara umum gejala kedua diabetes ini serupa. Perbedaan keduanya terdapat pada penyebabnya. Diabetes tipe 1 berhubungan dengan keturunan, sementara DM tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat.

Namun, penelitian beberapa tahun terakhir turut menunjukkan bahwa masalah fungsi hormon insulin tubuh akibat diabetes juga memengaruhi otak sehingga menyebabkan penyakit Alzheimer. Kondisi ini kemudian diperkenalkan sebagai diabetes tipe 3.

Berikut adalah ulasan masing-masing klasifikasi diabetes melitus:

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak dapat menghasilkan hormon insulin. Padahal, insulin dibutuhkan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.

Kondisi ini lebih jarang terjadi dibandingkan DM tipe 2. Umumnya, diabetes tipe 1 terjadi dan ditemukan pada anak-anak, remaja, atau dewasa muda, meski bisa terjadi pada usia berapa pun.

Diabetes tipe 1 kemungkinan besar disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan patogen (bibit penyakit) malah keliru sehingga menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas (autoimun). Kekeliruan sistem imun pada tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dan paparan virus di lingkungan.

Oleh karena itu, orang yang memiliki riwayat keluarga dengan jenis diabetes ini berisiko tinggi terkena penyakit ini. Sering kali penderita DM tipe 1 memerlukan terapi insulin seumur hidup untuk mengendalikan gula darahnya.

2. Diabetes tipe 2

Jenis diabetes ini lebih umum terjadi dibandingkan tipe 1. Mengutip dalam laman CDC, diperkirakan sekitar 95 persen kasus kencing manis adalah diabetes tipe 2.

Secara umum, jenis diabetes ini dapat menyerang siapa saja pada semua kalangan usia. Namun, diabetes tipe 2 biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang gerak dan kelebihan berat badan.

Gaya hidup tak sehat menyebabkan sel-sel tubuh kebal atau kurang sensitif merespons hormon insulin. Kondisi ini disebut juga dengan resistensi insulin. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat memproses glukosa dalam darah menjadi energi dan glukosa pun akhirnya menumpuk di dalam darah.

Untuk mengatasi gejala diabetes tipe 2, pasien perlu menjalani polah hidup diabetes yang lebih sehat, seperti mengatur pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik. Dokter juga mungkin akan memberikan obat diabetes untuk menurunkan gula darah yang tinggi dalam perawatan DM tipe 2.

Tidak seperti DM tipe 1 yang memerlukan tambahan insulin, pengobatan melalui terapi insulin tidak umum dilakukan untuk mengendalikan gula darah pada DM tipe 2.

3. Diabetes tipe 3

Diabetes tipe 3 adalah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya suplai insulin ke dalam otak. Minimnya kadar insulin dalam otak dapat menurunkan kerja dan regenerasi sel otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer sendiri termasuk ke dalam penyakit neurodegeneratif atau penurunan fungsi otak yang terjadi secara perlahan akibat berkurangnya jumlah sel-sel otak yang sehat. Kerusakan sel otak tersebut ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir dan mengingat.

Suatu studi dari jurnal Neurology menunjukkan risiko Alzheimer dan demensia bisa berkali lipat lebih tinggi pada penderita diabetes dibandingkan dengan individu yang sehat.

Dijelaskan dalam studi tersebut hubungan antara diabetes dan Alzheimer sebenarnya merupakan hal yang kompleks. Alzheimer pada penderita diabetes kemungkinan disebabkan oleh resistensi hormon insulin dan tingginya kadar gula dalam darah sehingga menyebabkan kerusakan dalam tubuh—termasuk kerusakan dan kematian sel-sel otak.

Kematian sel-sel otak tersebut disebabkan otak tidak memperoleh glukosa yang cukup. Padahal otak adalah organ vital tubuh yang paling banyak memerlukan gula darah (glukosa). Sementara, otak sangat bergantung pada hormon insulin untuk dapat menyerap glukosa.

Saat otak tidak memiliki cukup insulin, asupan glukosa ke otak akan berkurang. Akibatnya distribusi glukosa menuju otak tidak merata dan sel otak yang tidak mendapatkan glukosa akan mengalami kematian dan memicu munculnya Alzheimer.

Meskipun demikian, terdapat mekanisme lain yang menjelaskan bahwa Alzheimer bisa saja terjadi dengan sendirinya tanpa mengikut penyakit diabetes. Namun keduanya dipicu oleh faktor risiko yang serupa, yaitu pola konsumsi tinggi karbohidrat dan glukosa.

Terlebih lagi pengobatan diabetes tipe 1 dan  2 tidak mempengaruhi kadar insulin otak sehingga tidak memiliki dampak positif terhadap penanganan Alzheimer. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mekanisme kondisi diabetes memicu terjadinya Alzheimer.

4. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Tipe diabetes ini terjadi selama kehamilan bisa menyerang ibu hamil, walau tidak memiliki riwayat diabetes. Menurut American Pregnancy Association, klasifikasi diabetes ini muncul karena plasenta ibu hamil akan terus menghasilkan sebuah hormon khusus.

Nah, hormon inilah yang menghambat insulin bekerja dengan efektif. Akibatnya, kadar gula darah Anda pun menjadi tidak stabil selama kehamilan.

Sebagian besar wanita tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami diabetes jenis ini karena seringnya diabetes gestasional tidak memunculkan gejala dan tanda yang spesifik.

Kabar baiknya, kebanyakan wanita yang mengalami jenis diabetes ini akan sembuh selepas melahirkan. Agar tidak menimbulkan komplikasi, ibu hamil yang mengalami tipe diabetes melitus ini perlu mengecek kesehatan dan kehamilannya pada dokter secara rutin. Selain itu, gaya hidup juga perlu diubah jadi lebih sehat.

Wanita yang hamil di usia 30 tahun, memiliki berat badan berlebih, pernah mengalami keguguran atau bayi lahir mati (stillbirth), atau punya riwayat penyakit hipertensi dan PCOS, berisiko tinggi mengalami diabetes gestasional.

Jenis diabetes mana yang lebih membahayakan?

Masing-masing tipe diabetes melitus memiliki gejala dan komplikasi yang berbahaya. Terlebih, tubuh setiap orang berbeda-beda sehingga respons terhadap pengobatan pun bisa berbeda.

Belum lagi gaya hidup pasien sangat menentukan tingkat keberhasilan pengobatan diabetes. Bila setelah terdiagnosis Anda tidak menjaga pola makan, jarang berolahraga, kurang tidur, tetap merokok, dan tidak rutin cek gula darah, Anda lebih berisiko tinggi mengalami berbagai komplikasi diabetes.

Diabetes bisa mengarah pada penyakit berbahaya lainnya seperti stroke, hipertensi, hingga gagal ginjal. Dengan menjalani pengobatan diabetes dengan benar dan mengikuti pola hidup sehat dan, Anda masih bisa mengendalikan diabetes Anda, apa pun jenisnya.

10 Komplikasi Diabetes Militus

Diabetes bukanlah penyakit yang bisa diremehkan. Kondisi ini tak hanya memengaruhi gula darah, melainkan banyak organ penting lainnya. Diabetes yang tidak tertangani bisa menyebabkan komplikasi serius.

Komplikasi ini bisa bersifat jangka panjang, yang pastinya memengaruhi kualitas hidup. 

Berikut efek diabetes bagi tubuh dan cara mencegahnya

  1. Sistem peredaran darah dan kardiovaskular                             Kelebihan gula darah menurunkan elastisitas pembuluh darah dan menyebabkannya menyempit, menghambat aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan suplai darah dan oksigen berkurang, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kerusakan pembuluh darah besar dan kecil. Penderita diabetes juga cenderung mengembangkan masalah jantung yang lebih serius pada usia lebih dini. Komplikasi dari efek ini adalah serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer. Selain itu, sirkulasi yang buruk bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk sembuh saat ada luka atau infeksi. Ini karena suplai darah, oksigen, dan nutrisi yang rendah.
  2. Kerusakan saraf  Neuropati, atau kerusakan saraf, adalah komplikasi umum diabetes. Neuropati dapat memengaruhi bagian mana pun dari sistem saraf. Bentuk yang paling umum adalah neuropati perifer. Hal ini menyebabkan nyeri dan mati rasa pada ekstremitas, khususnya kaki dan lengan.  Selain itu, hilangnya sensasi yang terjadi dengan neuropati dapat membuat seseorang lebih sulit untuk merasakan luka kecil. Dikombinasikan dengan sirkulasi yang buruk, ini dapat menyebabkan komplikasi yang parah. Misalnya, jika seseorang tidak melihat adanya lepuh di kaki mereka, infeksi dapat berkembang dan memburuk dengan cepat
  3. Ginjal dan sistem kemih  Seiring waktu, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Kerusakan ini mencegah ginjal menyaring limbah dari darah. Akhirnya, gagal ginjal bisa terjadi. Kondisi ini biasa disebut dengan nefropati diabetik.
  4. Penglihatan   Diabetes meningkatkan risiko sejumlah masalah mata. Beberapa di antaranya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Masalah jangka pendek termasuk penglihatan kabur, karena gula darah tinggi. Komplikasi jangka panjang meliputi glaukoma, retinopati diabetik, edema makula, dan katarak.
  5. Sistem pencernaan  Kerusakan sistem saraf dapat memengaruhi fungsi tubuh otonom, termasuk pencernaan. Gastroparesis dapat terjadi ketika kerusakan saraf mengganggu kemampuan sistem pencernaan untuk memindahkan makanan dari lambung ke usus kecil. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan mual, muntah, refluks asam, kembung, sakit perut, dan penurunan berat badan yang intens.
  6. Kesehatan seksual   Kerusakan terkait diabetes pada pembuluh darah dan sistem saraf otonom dapat berdampak negatif pada fungsi seksual dan kemampuan tubuh untuk mengirim dan merespons rangsangan seksual. Disfungsi ereksi tiga kali lebih mungkin terjadi pada pria dengan diabetes, dan dapat muncul 10–15 tahun lebih awal dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes.
  7. Kesuburan   Diabetes dapat memengaruhi kesuburan baik pada pria maupun wanita. Penelitian yang muncul pada tahun 2009 menemukan bahwa anak perempuan yang menerima diagnosis diabetes tipe 1 sebelum usia 10 tahun lebih cenderung untuk mulai menstruasi lebih lambat. Ketidakteraturan menstruasi juga umum terjadi setelah menstruasi dimulai, dan menopause dapat dimulai lebih awal. Diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi kehamilan  Penelitian dari tahun 2018 menemukan bahwa pria dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih rendah dan risiko kemandulan yang lebih tinggi.
  8. Kulit  Ada hubungan antara diabetes dan berbagai kondisi kulit. Gejalanya bisa berkisar dari ringan hingga parah. Kondisi kulit yang biasa disebabkan oleh diabetes meliputi kulit kering, bercak kulit, infeksi, dermopati diabetik, yang melibatkan bercak bulat, coklat, dan bersisik.  Seseorang dengan kadar gula darah tinggi mungkin juga memiliki kadar trigliserida, atau lemak, dalam darah yang tinggi. Ini dapat menyebabkan xanthomatosis erupsi, ruam lesi kuning kemerahan. Kapalan, luka kaki, dan kulit kering juga bisa menimbulkan masalah. anpa perhatian, luka kaki bisa menjadi berbahaya, mungkin mengakibatkan perlunya amputasi.
  9. Masalah metabolisme  Metabolisme adalah proses di mana tubuh mengubah nutrisi menjadi energi. Gangguan pada proses ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti ketoasidosis diabetik, sindrom metabolik, dan hiperglikemik hiperosmolar.  Ketoasidosis diabetik (DKA) terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi, sehingga lemak mulai rusak. Ini adalah komplikasi diabetes akut yang mengancam jiwa. Sindrom metabolik mengacu pada kumpulan kondisi dan gejala, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Sementara keadaan hiperglikemik hiperosmolar terjadi ketika gula darah sangat tinggi. Ini lebih sering terjadi pada diabetes tipe 2.
  10. Kesehatan mental  Diabetes dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang dengan berbagai cara. Kekhawatiran tentang pengobatan, kesehatan, dan kemungkinan komplikasi dapat menimbulkan stres, kecemasan, dan depresi. Selain itu, saat seseorang merasa lelah, akan lebih mudah untuk melakukan kebiasaan buruk, misalnya tidak berolahraga


7 Cara Mengontrol Gula Darah

Diabetes tidak bisa disembuhkan, tapi penderita diabetes bisa tetap beraktivitas normal dan hidup sehat. Kunci hidup sehat dan normal untuk mengatasi diabetes adalah dengan mengontrol kadar gula darah dalam batas normal. Meskipun ada aturan dan pantangan diabetes yang perlu ditaati, beberapa tips menjaga kadar gula darah tetap normal yang akan dibahas di sini dapat membantu Anda lebih mudah menjalani hari.

erikut ini adalah tips gaya hidup sehat dengan diabetes untuk menjaga kadar gula darah tetap normal:

1. Konsumsi makanan yang tepat

Diabetesi harus benar-benar patuh dengan diet, alias pola makan, yang dijalani karena asupan makanan sangat memengaruhi kadar gula darah secara langsung.

Pertama, Anda perlu menghindari makanan dengan indeks glikemik tinggi, makanan tinggi lemak dan kalori, serta membatasi sumber karbohidrat sederhana.

Jauhi juga makanan dan minuman olahan, terutama yang pengolahannya instan seperti makanan cepat saji (fast food). Pantangan makanan diabetes olahan biasanya tinggi gula sehingga harus dihindari demi mencegah peningkatan gula darah.

Kedua, terapkanlah pola makan teratur dengan gizi seimbang. Cara ini menjadi kunci kesuksesan untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes.

Artinya, Anda tetap harus mengonsumsi karbohidrat sekalipun makanan ini menghasilkan gula. Pilihan karbohidrat yang aman untuk diabetes adalah karbohidrat kompleks karena lebih lama dipecah menjadi glukosa, sehingga kadar gula darah jadi lebih stabil.

Berhenti makan karbohidrat sama sekali bukan keputusan yang bijak, diabetesi (orang dengan diabetes) tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi.

Bagi penderita diabetes, penting untuk makan secara teratur. Menurut studi dalam jurnal Education and Health Promotion, melewatkan jadwal makan terlalu lama malah akan menyebabkan gula darah turun dan kemudian melonjak cepat.

2. Mengontrol porsi makan

Tak hanya mengonsumsi makanan yang tepat untuk diabetes, mengontrol porsinya juga penting dalam menjaga kadar gula dalam darah. 

Berikut adalah beberapa cara dan tips mengontrol porsi makan sehingga penderita diabetes dapat menjaga kadar gula darah tetap normal:

  • Perhatikan ukuran dan berat makanan
  • Makan dalam porsi kecil, tapi sering sepanjang hari
  • Hindari  makan di restoran berkonsep sekali makan (all-you-can-eat)
  • Perhatikan informasi kandungan makanan dalam kemasan, ketahui komposisinya
  • Makan secara perlahan-lahan sehingga makanan bisa dicerna dengan baik oleh tubuh

Tips menjaga kadar gula darah tetap normal melalui makanan ini tidak hanya berlaku bagi penderita diabetes dengan berat badan berlebih saja. Diabetesi dengan berat badan normal juga sebaiknya menjaga porsi makannya sehingga tidak berujung obesitas.

3. Aktif bergerak dan olahraga teratur

Salah satu cara untuk mengontrol kadar gula darah Anda adalah dengan rutin berolahraga.

Olahraga dapat membantu sel-sel di otot Anda mengambil lebih banyak glukosa dan mengubahnya menjadi energi, sehingga mampu menurunkan gula darah.

Apabila dilakukan secara rutin dalam jangka panjang, olahraga dapat membuat sel-sel tubuh lebih responsif terhadap hormon insulin sehingga mencegah resistensi insulin.

Luangkan waktu untuk melakukan olahraga yang tepat untuk diabetes setidaknya 30-60 menit dalam sehari selama 3-4 kali seminggu.

Sebelum olahraga, pastikan Anda melakukan cek gula darah terlebih dulu. Jangan olahraga jika kadar gula darah Anda di bawah 70-80 mg/dL. Idealnya, olahraga boleh dilakukan jika kadar gula darah berada pada kisaran 160-180 mg/dL.

Selain itu, usahakan untuk tetap aktif bergerak dalam aktivitas sehari-hari Anda. Hindari gaya hidup sedentari (bermalas-malasan) dan minim gerakan fisik atau membuang anergi, seperti menonton TV, bermain game pada gawai, atau duduk terlalu lama di depan komputer.

4. Kelola stres dengan baik

Stres berlebihan juga dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat akibat pelepasan kortisol alias hormon stres. Tidak hanya membuat gula darah meningkat, stres juga juga cenderung membuat diabetesi berkeinginan untuk terus makan makanan yang manis (tinggi gula) lebih banyak.

Nah, agar stres tidak sampai membuat kadar gula darah melonjak, penting untuk Anda memahami cara mengendalikan stres dan mencoba berbagai hal yang dapat memperbaiki suasana hati, merilekskan tubuh, dan menenangkan pikiran. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Cobalah ambil napas dalam dengan lambat sebanyak 5 kali.
  • Mainkan musik yang menenangkan.
  • Lakukan beberapa peregangan sederhana atau cobalah beberapa pose yoga.
  • Luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang benar-benar Anda nikmati.
  • Luangkan waktu untuk melakukan hobi favorit Anda.
  • Bicarakan dengan seorang teman, atau ahli tenaga medis profesional jika memiliki keluh kesah.

5. Istirahat cukup

Cara lain untuk mengontrol kadar gula darah Anda agar tetap di batas normal adalah mendapatkan istirahat yang cukup.

Sedikit banyak, kurang tidur terus-menerus membuat kualitas hidup Anda terpengaruh dan menganggu sekresi (pelepasan) insulin. Idealnya, tidur yang baik berkisar antara 7-9 jam setiap malamnya. 

Tidur yang cukup dapat menyeimbangkan hormon, menghindari stres, dan membuat Anda mendapatkan cukup energi untuk beraktivitas dan berolahraga pada esok harinya. Dengan demikian, kadar gula darah pun dapat terkendali dengan baik.

6. Rutin mengecek gula darah

Mengukur dan memantau kadar glukosa darah menggunakan alat pengukur gula darah juga merupakan cara efektif mengontrol gula darah. Rutin melakukan cek gula darah dapat membantu Anda mengetahui bagaimana tubuh bereaksi terhadap makanan tertentu.

Dengan terus memantau perubahan kadar gula darah, Anda akan lebih mudah untuk menentukan apakah harus melakukan penyesuaian pola makan atau konsumsi obat.

Oleh karena itu, cobalah mengukur kadar gula Anda setiap hari dan pastikan jika kadar gula Anda selalu berada pada batas normal.

7. Mengonsumsi suplemen

Suplemen berguna untuk menambah asupan vitamin dan mineral di dalam tubuh. Mengonsumsi suplemen untuk diabetes sebenarnya tidak diharuskan. Apalagi jika Anda telah menerapkan pola makan teratur dan asupan makanan telah memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. 

Namun, jika Anda ingin meningkatkan asupan gizi sehari-hari tidak ada salahnya untuk mengonsumsi suplemen. Pun demikian, Anda tetap harus mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter.

Beberapa vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi diabetes untuk membantu menjaga kadar gula darah, antara lain:

  • Vitamin D: vitamin D dapat membantu mengendalikan gula darah pada penderita diabetes.
  • Vitamin C: vitamin C sendiri juga memiliki peran dalam mengendalikan kadar gula darah dan jumlah kolesterol pada penderita diabetes. Selain itu, penderita diabetes berisiko untuk mengalami kekurangan vitamin C sehingga penting untuk meningkatkan asupan vitamin C ke dalam tubuh.
  • Vitamin E: vitamin ini berperan sebagai antioksidan yang memiliki kemampuan untuk mencegah penyakit jantung, gagal ginjal, dan gangguan fungsi penglihatan. Penyakit-penyakit ini merupakan komplikasi yang rentan terjadi pada penderita diabetes.
  • Magnesium: penderita diabetes berisiko kekurangan asupan magnesium dalam tubuhnya. Hal ini bisa disebabkan karena efek samping obat-obatan diabetes.

Wajar jika Anda merasa kesulitan untuk membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat pada awalnya. Mengubah kebiasaan memang tak akan semudah membalik telapak tangan.

Hal terpenting jangan langsung berputus asa. Mulailah sedikit demi sedikit dengan menentukan target-target tertentu. Bila berhasil, Anda bisa mencoba lebih disiplin mengikuti cara hidup sehat diabetes lainnya.


15 Menu Makanan Penderita Gula Darah

Berikut ini adalah daftar makanan penurun gula darah yang juga memiliki indeks glikemik rendah untuk penderita diabetes:

1. Jagung

Jagung memiliki nilai glikemik rendah sehingga bisa dijadikan makanan pokok pengganti nasi yang baik untuk penderita diabetes.

Mengutip laman Harvard Medical School, nilai IG dari 100 gram jagung adalah 46, sementara beban glikemiknya bernilai 14. Sebagai perbandingan, beban glikemik dari 150 gram nasi putih adalah 29. Semakin rendah beban glikemik suatu makanan semakin baik untuk orang yang menderita kencing manis.

Selain itu, makanan untuk diabetes ini juga mengandung serat dan pati (jenis karbohidrat kompleks) yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Hal ini membuat kadar gula darah tidak begitu cepat naik setelah makan.

Proses pencernaannya yang lebih lama pun membuat perut kenyang lebih lama. Keinginan ngemil makanan yang tidak sehat jadi bisa dicegah.

Sebuah studi pada jurnal Food Science and Human Wellness baru-baru ini menemukan bahwa rutin makan jagung yang kaya akan pati setiap hari dapat membantu diabetesi mengendalikan gula darahnya lebih baik.

2. Ubi jalar

Selain mengenyangkan, ubi jalar menjadi makanan yang memberi manfaat baik untuk mengendalikan gula darah penderita diabetes.

Ubi jalar merupakan makanan yang memiliki indeks glikemik  yang lebih rendah daripada kentang. Nilai glikemik satu porsi ubi jalar rebus adalah 44, sementara kentang rebus adalah 80.

Kandungan serat, vitamin A, vitamin C, dan kalium dalam makanan ini juga baik untuk penyakit diabetes. Anda bisa menikmati ubi jalar dengan berbagai cara, mulai dari direbus, dipanggang, atau ditumbuk.

3. Gandum utuh

Whole grain alias biji-bijian utuh merupakan salah satu makanan paling sehat untuk diabetes. Nah, salah satu varian whole grain yang banyak difavoritkan dalam diet diabetes adalah gandum utuh (whole wheat).

Gandum utuh termasuk makanan dengan nilai glikemik rendah yang juga tinggi serat. Dua kombinasi menguntungkan ini dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam darah.

Selain itu, gandum utuh juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi penderita diabetes. Selain gandum utuh, beberapa jenis biji-bijian utuh yang baik untuk diabetes, antara lain:

  • Beras merah
  • Quinoa
  • Barley (jelai)
  • Beras hitam
  • Buckwheat (Gandum kuda atau soba)

4. Sayuran berdaun hijau

Beberapa sayuran berpati mengandung tinggi karbohidrat dengan indeks glikemik yang juga tinggi. Namun, tidak semua sayuran mengandung pati.

Ada pula sayuran non-pati yang memiliki karbohidrat dan indeks glikemik yang rendah, sayuran hijau contohnya.

Sayuran hijau mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang melimpah. Kedua antioksidan tersebut dapat membantu melindungi mata dari degenerasi makula dan katarak. Kedua kondisi ini merupakan gangguan penglihatan akibat komplikasi diabetes yang paling umum dialami.

Berikut beberapa jenis sayuran hijau yang direkomendasikan sebagai makanan untuk diabetes, yaitu:

  • Brokoli
  • Bayam
  • Sawi
  • Bok choy
  • Kubis

Anda bisa mengonsumsi berbagai sayuran hijau tersebut bentuk lalapan, campuran salad, sup, tumisan, dan lain sebagainya.

Baik untuk penderita diabetes maupun orang yang sehat, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan penurun gula darah ini sebanyak 250 gram sayur per hari. Jumlahnya setara dengan dua setengah porsi sayur yang telah dimasak.

5. Kacang-kacangan

Kacang merupakan pilihan makanan atau camilan untuk penderita diabetes yang aman dikonsumsi. Pasalnya, kacang kaya serat dan protein. Kacang juga juga mengandung karbohidrat kompleks dan termasuk makanan yang memiliki indeks glikemik rendah.

Oleh karena itu, kacang lebih lama diubah menjadi glukosa, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis. Tak berhenti di situ, makanan penurun gula darah ini juga diperkaya oleh magnesium yang turut berperan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Beberapa pilihan kacang yang menjadi makanan sehat untuk diabetes, antara lain:

  • Kacang almond
  • Kacang kenari
  • Kacang mete
  • Kacang pistachio
  • Kacang tanah
  • Kacang merah

Namun Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi kacang-kacangan ini. Pasalnya, kacang tinggi kalori sehingga tidak boleh dikonsumsi berlebihan karena bisa menaikkan berat badan. Sementara berat badan yang berlebih merupakan salah satu penyebab dari diabetes.

Dari banyak jenis kacang yang sudah disebutkan di atas, kacang kedelai juga masuk dalam jajaran makanan yang baik untuk penderita diabetes. Ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Young-Cheul Kim dari University of Massachusetts Amherst.

Mengonsumsi makanan yang sehat untuk penderita diabetes ini terbukti mampu menurunkan kolesterol, kadar gula darah, dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Sensitivitas insulin adalah kondisi yang menggambarkan seberapa sensitif sel-sel tubuh dalam merespon insulin. Ketika sensitivitasnya tinggi, sel tubuh mampu menggunakan gula darah secara lebih efektif sehingga mengurangi kadarnya di dalam darah.

Selain itu, kacang kedelai juga merupakan makanan yang kaya akan protein dan serat lengkap dengan indeks glikemik yang rendah.

6. Biji chia

Biji chia atau chia seed merupakan makanan yang baik untuk penderita diabetes. Makanan ini sangat tinggi serat tapi rendah karbohidrat dan kalori.

Sekitar 28 gram biji chia mengandung 11 gram serat. Kandungan serat dalam biji chia efektif untuk mengurangi rasa lapar dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Di samping itu, makanan untuk diabetes ini juga dapat membantu menurunkan gula darah dengan memperlambat proses penyerapan nutrisi di dalam usus.

Anda bisa mengonsumsi biji chia secara langsung atau dicampurkan ke dalam masakan, seperti salad, sereal, atau bahkan nasi. Anda juga bisa menambahkan biji chia pada yogurt, smoothies, maupun puding.

7. Ikan

Tak hanya nikmat, ikan ternyata juga jadi salah satu makanan kaya khasiat untuk diabetes. Terlebih jenis ikan yang mengandung lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal maupun lemak tak jenuh ganda.

American Diabetes Association menjelaskan bahwa diet tinggi lemak sehat dapat membantu mengendalikan gula darah sekaligus menekan kadar lipid (lemak darah) pada orang dengan diabetes.

Ikan yang dapat membantu menurunkan gula darah adalah ikan yang kaya akan asam lemak omega 3, seperti:

  • Ikan salmon
  • Ikan trout (ikan yang hidup di air tawar)
  • Ikan tuna
  • Ikan kembung
  • Ikan Halibut ( di Indonesia disebut ikan sebelah)

Pastikan Anda mengolah makanan ini dengan baik. Ketimbang menggorengnya dalam banyak minyak, lebih baik Anda mengolah ikan dengan cara dipanggang, dipepes, atau dijadikan sup.

Untuk menjaga kesehatan, penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi makanan ini sebanyak 2 kali seminggu.

8. Yogurt probiotik

Probiotik adalah bakteri yang baik yang membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan kesehatan Anda secara menyeluruh. Makanan probiotik yang baik untuk diabetes contohnya adalah yogurt.

Tak hanya membantu menurunkan gula darah, yogurt juga dapat membantu meningkatkan kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin.

Penelitian pada jurnal Nutrition menemukan bahwa makanan yang mengandung probiotik juga dapat membantu tubuh meningkatkan kadar kolesterol baik pada penderita diabetes tipe 2.

Peningkatan kadar kolesterol baik dari makanan ini baik untuk jantung sehingga dapat menurunkan risiko diabetesi untuk terkena penyakit jantung di kemudian hari.

Untuk penderita diabetes, pilihlah varian yogurt plain (tawar). Hindari yogurt dengan berbagai pilihan rasa karena umumnya telah ditambahkan banyak gula.

9. Kayu manis

Selain penambah rasa masakan, kayumanis juga berpotensi baik untuk gula darah penderita diabetes. Cara kerja kayu manis dalam menurunkan gula darah adalah dengan membantu meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin. Dengan begitu, gula bisa diolah menjadi energi dengan lebih baik.

Tak hanya itu, kayu manis juga menjaga gula darah agar tidak melonjak setelah makan dengan cara memperlambat pengosongan perut Anda. Alasan lainnya, karena kayu manis dapat menghambat enzim pencernaan yang memecah karbohidrat di usus.

Anda bisa menambahkan rempah ini pada makanan, minuman, atau camilan buatan rumah. Namun, jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Kandungan kumarin dalam kayumanis dipercaya dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah turun terlalu rendah).

10. Mie shirataki

Mie shirataki termasuk makanan sehat untuk diabetes. Mie ini terbuat dari glucomannan, yaitu sejenis serat yang berasal dari akar tanaman konjak sehingga dikenal juga dengan sebutan mie konjak (konyaku).

Umumnya mie tinggi dengan karbohidrat tepung, tapi mie shirataki tidak. Sekitar 97% shirataki mengandung air. Meski begitu, makanan yang satu ini tetap tinggi serat, sehingga baik untuk diabetes.

Serat glucomannan dalam makanan ini berpotensi sebagai penurun kadar gula darah dan meminimalisir risiko terjadinya resistensi insulin bagi penderita diabetes.

Penelitian pada jurnal Diabetes Care juga menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi serat glukomanan selama 3 minggu mengalami penurunan fruktosamin yang signifikan. Fruktosamin adalah penanda atau indikator gula darah selama 2-3 minggu terakhir.

Manfaat serat yang melimpah inilah yang menjadikan mie shirataki sebagai makanan pengganti nasi putih atau beras untuk penderita diabetes.

Minuman untuk diabetes yang aman dikonsumsi

Selain makanan, American Diabetes Association merekomendasikan penderita diabetes melitus untuk memilih minuman yang mengandung kalori rendah atau bahkan tidak ada kalori sama sekali. Hal ini guna mencegah lonjakan gula darah meningkat drastis setelah mengonsumsinya.

Apa saja minuman yang aman dikonsumsi untuk penderita diabetes?

1. Air putih

Kadar gula darah yang meningkat tinggi justru bisa menyebabkan dehidrasi. Itu sebabnya, diabetesi sebaiknya perlu mengonsumsi air putih sebanyak 8-10 hari setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan di tubuh.

2. Jus

Jus buah juga diperbolehkan untuk penderita diabetes tapi pastikan Anda memperhitungkan jus yang akan Anda minum dengan keseluruhan konsumsi makanan dalam sehari. Pilihlah jus buah murni tanpa pemanis tambahann, baik alami maupun buatan.

Anda juga bisa mencoba alternatif jus buah dicampur dengan sayuran yang dianjurkan sebagai makanan untuk diabetes. Campurkan sayuran berdaun hijau, seledri atau mentimun untuk tambahan serat, vitamin dan mineral.

3. Teh

Teh jenis apa pun boleh diminum oleh mereka yang diabetes asalkan tanpa gula. Hindari minuman teh kemasan karena cenderung memiliki kadar gula yang tinggi.

4. Kopi

Kopi juga aman untuk para diabetesi bahkan untuk mencegah diabetes melitus. Namun, kopi yang aman bagi para diabetesi adalah kopi hitam tanpa tambahan lainnya.

Menambahkan susu, krim, atau gula ke dalam kopi dapat meningkatkan jumlah kalori secara keseluruhan dan hal ini akan berdampak pada kadar gula darah.

5. Susu rendah lemak

Susu memang mengandung zat-zat mineral yang penting untuk tubuh, tapi susu tetap tersusun atas karbohidrat yang memengaruhi kadar gula dalam darah.

Untuk para diabetesi, pilihlah susu tanpa pemanis, susu rendah lemak, atau susu skim. Meskipun Anda boleh minum susu, Anda juga perlu membatasinya hanya 1-2 gelas sehari.

Aturan konsumsi makanan untuk penderita diabetes

Prinsip yang harus lebih ditekankan dalam diet diabetes adalah keseimbangan dan variasi gizinya.

Pastikan setiap menu makanan untuk penderita diabetes setiap hari mengandung nutrisi seimbang seperti serat, protein, karbohidrat, dan berbagai mineral serta vitamin lainnya. Pastikan pula makanan yang Anda makan sesuai dengan kebutuhan kalori Anda.

Makan dalam porsi besar sekaligus dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara drastis dan cepat. Itu sebabnya, orang diabetes dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil tapi sering asalkan tidak mengganggu jadwal pengobatan diabetes yang ditentukan dokter.

Untuk memudahkan Anda, berikut ini adalah beberapa contoh rancangan menu harian untuk masing-masing jenis diabetes.

Menu makanan untuk penderita diabetes 1

  • Sekitar 150 gram nasi merah
  • Telur dadar 1 butir
  • Tumis tauge campur tempe
  • Sayur bening kencur

Menu makanan untuk penderita diabetes 2

  • Sekitar 150 gram nasi merah atau 100 gram mie shirataki
  • 1 potong pepes ikan
  • 2 potong tahu/tempe mendoan
  • 1 mangkuk sayur asam

Menu diet diabetes 3

  • Sekitar 150 gram nasi merah
  • Ayam ungkep bumbu kuning bagian dada (1 potong)
  • Pecel sayuran
  • Perkedel tahu

Menu camilan

Penderita diabetes juga tetap diperbolehkan untuk mengonsumsi camilan, asalkan makanan yang dipilih punya indeks glikemik kurang dari 50.

Pilihlah camilan untuk penderita diabetes yang kaya serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Anda bisa mengonsumsinya secara langsung atau dibuat jus maupun smoothies tanpa gula tambahan.

Makanan selingan ini bisa Anda makan di sela-sela jadwal makan besar. Jika Anda masih ragu atau bingung, jangan ragu untuk merencanakan menu diet diabetes setiap hari dengan berkonsultasi ke ahli gizi terpercaya dan dokter.

Ahli gizi dapat membantu memperhitungkan berapa kebutuhan kalori Anda per hari serta nutrisi apa saja yang diperlukan dalam menu diet diabetes.

TERAPI KOMPLEMENTER TBC

BROO TBC ITU MUDAH DI SEMBUHKAN 
Dengan 
TERAPI PENDAMPINGAN OAT 

PASIEN HARUS TETAP DALAM PENGOBATAN DOKTER SPESIALIS PARU
Pasien TBC tetap harus pengawasan dokter karena perkembangan dan kesembuhan penyakit di tentukan oleh dokter
SUDAH BANYAK YANG TERBANTU
Salah satu penyebab kegagalan pengobatan TBC dengan OAT
karena lamanya pengobatan sehingga pasien bosan, Lambatnya perkembangan kondisi pasien TBC, dan  Efek Samping/alergi OAT

Angka keberhasilan pengobatan dengan OAT (Obat Anti TBC) : TBC SO (sensitif obat) di Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 85%. Sementara angka keberhasilan pengobatan TBC RO (resisten obat) di Indonesia tahun 2022 secara umum keberhasilannya hanya 55%.  45% nya GAGAL
INI SANGAT MEMPRIHATINKAN
Karena itu kami
TABIB MASRUKHI ABU THOLIB
Hadir memberikan INOVASI terbaiknya
Berupa terapi Pendampingan OAT
Insha Alloh  penderita TBC Cepat pulih 
dan Tuntas 


Alamat Praktek :
GRIYA MEDISTRA
Jl.Krida Mulya 27
Kel. Kembaran Kulon - Purbalingga
Jawa Tengah - Indonesia 


METODE MULTI TERAPI TBC
Khusus Menggunakan Herbal Formulasi Pilihan dan methode lain menyesuaikan kondisi pasien

BERAPA BIAYA PENGOBATAN TBC 
Insha Alloh Murah 750 ribu untuk mendapatkan pengobatan selama sebulan. 

PERAN SEBAGAI TERAPI PENDAMPINGAN OAT
  1. Terapi pendampingan di minum harus berjarak 2 jam setelah minum obat OAT
  2. Membantu menguatkan dan  membersihkan organ paru.
  3. Membantu menambah tingkat kesembuhan pengobatan TBC dengan OAT sehingga capaian kesembuhan TBC lebih cepat dan jauh lebih baik keberhasilannya.
  4. Membantu mengobati efek samping obat OAT sehingga OAT bisa di konsumsi dengan baik.
  5. Membantu mempercepat pemulihan kondisi tubuh pasien.
  6. Pasien harus tetap dalam bimbingan dan pengawasan dokter

SIAPA SAJA YANG MEMERLUKAN TERAPI KAMI ?

  • Semua pasien TBC yang tidak kuat dengan efek samping obat OAT contoh efek samping ke organ LIVER
  • Semua pasien TBC yang di nyatakan alergi obat OAT.
  • Semua pasien yang sudah menggunakan obat OAT tetapi dalam 2 bulan belum ada perkembangan. contoh sudah 2 bulan pengobatan OAT tetapi BB belum naik, masih keluar keringan malam, batuk batuk, sesak, lemas. hal ini bisa sebagai pertanda kegagalan pengobatan OAT terutama TB MDR.
  • Semua pasien TBC yang GAGAL dalam pengobatan OAT.
  • Pasien TBC ketika pengobatan OAT sudah di nyatakan sembuh tetapi sebenarnya belum tuntas di tandai dengan berat badan yang sulit naik dan kadang masih sering batuk.
  • Semua TB RO / MDR sebaiknya OAT di kombinasikan dengan pengobatan kami. 
METODE MULTI TERAPI
menyesuaikan kondisi pasien
Dan saran metode pengobatan lainya

BIAYA PENGOBATAN
Rp.750.000,- untuk terapi pendampingan selama satu bulan

WAKTU TERAPI PPENDAMPINGAN OAT
    • TBC Paru SO Insha Alloh cukup 2 bulan, 
    • TBC RO / MDR  estimasi 4 bulan
    • Terapi TBC Kelenjar cukup 4 bulan
    • Jika Penderita TB HIV maka sebaiknya HIV nya kami obati.
OAT TETAP DI MINUM SESUAI ADVIS DOKTER


PROSEDUR PENGOBATAN

  1. Rawat Jalan Pasien silahkan langsung datang ke klinik. dengan membawa hasil pemeriksaan : TCM / BTA, Foto thorak terbaru,  dan darah rutin, Gula darah, SGOT SGPT jika ada. Jika pasien odha bawa hasil tes antihiv. kami berikan GARANSI PENGOBATAN
  2. Pengobatan Jarak Jauh : Pendaftaran Klik disini
  3. Sampaikan ke dokter bila saudara melaksanakan TERAPI PENDAMPINGAN OAT

INDIKATOR SEMBUH HASIL PENGOBATAN TBC
:
 
  1. Kondisi fisik pasien bertambah baik biasanya di sertai kenaikan berat badan nafsu makan bertambah. Keringat malam hilang dan keluhan lainya 
  2. Hasil pemeriksaan ronggen paru di nyatakan sembuh dari TBC
  3. Pemeriksaan Dahak BTA menjadi Negatif
  4. SEMBUH HARUS DI NYATAKAN OLEH DOKTER.
INGAT YAA
JANGAN ASAL MINUM OBAT HERBAL
BERBAHAYA ASAL MINUM HERBAL
BISA BERTAMBAH PARAH DAN KELUARGA ANDA TERTULAR
TESTIMONI WA

TB Kelenjar 4 bulan sudah sembuh


TB Paru RO, hasil RO Thorak sudah bersih

Baru sebulan pengobatan BB Cepat Naik,
2 bulan RO paru bersih. 


TESTIMONI PASIEN TB TERAPI OAT 
DENGAN TERAPI PENDAMPINGAN OAT
Beliau ibu Sri alamat Arcawinangun Purwokerto
Beliau di nyatakan TBC, tertular tetangga yang menderita TBC kambuhan
Selama pengobatan OAT berjalan 2 bulan pasien masih merasakan 
keluhan batuk batuk sesak, berat badan kurus TB 164, BB 44 mual mual, pusing, badan kesemutan, lemas, nafsu makan kurang dan masih keluar keringan malam tanpa aktifitas. 
Menurut pengalaman kami hal ini pertanda pengobatan akan GAGAL

Singkatnya Alhamdulillah pasien berobat dan bersedia menjalani pengobatan alternatif kami (biotebe) dengan tetap minum obat OAT sesuai Anjuran dokter
Selang 2 hari minum ramuan pasien merasakan banyak perubahan hingga satu minggu kondisi pasien semakin baik, nafsu makan bertambah, batuk batuk sesak mulai berkurang. 
dan keringat malam sudah hilang. 
sebulan setelah minum ramuan kami biotebe pasien saya anjurkan untuk ronggen thorak dan hasilnya ada perbaikan di banding foto sebelumnya. 
Pasien menjalani terapi Pendampingan hanya 3 bulan
Alhamdulillan setelah pengobatan OAT selesai, pasien di nyatakan SEMBUH
Berat badan NAIK dari 44 kg sebelum kami obati dan setelah selesai pengobatan menjadi 53 kg
Berikut Bukti Ronggen 
dan Surat Keterangan Sembuhnya
Sebulan setelah minum  BIOTEBE

Hasil RO selesai pengobatan OAT


Alhamdulillah di nyatakan SEMBUH

TESTIMONI LAINYA KLIK DISINI 


KONSULTASI
HP .  0823 3222 2009

Saran bagi penderita TBC yang sudah pernah kecewa minum obat herbal lain jangan pesimis dengan pengobatan herbal, karena pengalaman dan formulasi herbal kami berbeda. kami sudah banyak membuktikannya. 
Sebaiknya mencoba dengan ramuan kami dan  jangan  ikutan menghujat padahal kalian bukan pasien kami. Berikan kesempatan / keyakinan kepada mereka yang sedang berupaya mencari kesembuhan melalui kami. 
SEMBUH ITU DARI ALLOH.
Insha Alloh cepat sembuh sehat dan pasien bisa bekerja kembali

SEKALI LAGI INGAT  !
JANGAN ASAL MINUM OBAT HERBAL 
LALU STOP MINUM OAT
SANGAT BERBAHAYA
BEROBATLAH YANG SABAR DAN BENAR

Pastikan kesembuhan berdasarkan :
Hasil Tes Dahak BTA Negatif
Konsultasikan selalu ke dokter paru Setempat

INGAT
JIKA ANDA SAKIT TBC 
SEBAIKNYA LAKUKAN TERAPI PENDAMPINGAN OAT 
INSHA ALLOH 
LEBIH BERHASIL DAN TIDAK  KAMBUH
Untuk Hasil terbaik sesuai yang di harapkan sebaiknya mengikuti saran ahlinya. Faktor kondisi tubuh seseorang dan suport keluarga pasien sangat berpengaruh terhadap hasil pengobatan. 
Simpanlah alamat & nomor HP kami 0823 3222 2009

Tanda Kemoterapi Gagal atau Berhasil

Almarhum Ibu Ani SBY  sabar menjalani Kemoterapi
Kemoterapi adalah salah satu metode perawatan yang umum digunakan dalam pengobatan untuk
melawan kanker. Peluang kesembuhan pasien akan lebih tinggi dengan kemoterapi apabila kanker belum menyebar ke organ-organ lainnya. Biasanya, pasien kanker akan memberikan respon yang positif apabila kemoterapi berhasil dilakukan. 

Tanda-Tanda Kemoterapi Berhasil

Tanda kemoterapi berhasil adalah sebagai berikut:
  • Tidak terdapat pertumbuhan atau pembesaran tumor.
  • Pasien menjadi lebih ber - energi dan tidak mudah lelah.
  • Nyeri yang dirasakan mereda.
  • Berkurangnya benjolan atau pembengkakan, terutama di kelenjar getah bening.
  • Penyebaran kanker mulai menghilang (biasanya terlihat pada PET Scan).
  • Hasil tes darah menunjukkan bahwa sel kanker mulai berkurang.
Tanda kemoterapi berhasil di setiap pasien bisa saja berbeda. Maka dari itu, dokter biasanya melakukan pemeriksaan penunjang. 

Adapun tes yang digunakan untuk memastikan keberhasilan kemoterapi adalah sebagai berikut:
  • Pemeriksaan fisik, untuk melihat ukuran benjolan di kelenjar getah bening pasien.
  • Tes darah, dilakukan dengan pemeriksaan darah lengkap, mulai dari eritrosit, leukosit, trombosit, dan lain-lain.
  • CT Scan, MRI atau PET Scan, untuk melihat ada atau tidaknya pembesaran kanker secara lebih jelas.
  • Tes penanda tumor, adalah tes laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya biomarker atau penanda dalam darah yang terkait dengan pertumbuhan kanker atau tumor.
Efek samping kemoterapi yang sering muncul di antaranya: 
  • Mual, Muntah
  • Rambut rontok
  • Diare
  • Penurunan nafsu makan
  • Mudah lelah
  • Panas
  • Sariawan
  • Nyeri
  • Konstipasi
Tanda tanda Kemoterapi di nyatakan GAGAL :
  1. Tumor baru muncul 
  2. Sel kanker tidak mengecil 
  3. Gejala kanker kembali muncul 
  4. Gejala kanker semakin memburuk 
  5. Kanker menyebar ke bagian lain tubuh, yang disebut metastasis
Apabila pasien mengalami sejumlah kondisi di atas selama menjalani kemoterapi, biasanya dokter akan menghentikan pengobatan ini dan menggantinya dengan metode lain, seperti imunoterapi, terapi hormon, terapi target, atau terapi radiasi.

Harapan Hidup Pasien Kanker Payudara di Indonesia

Kanker payudara masih merupakan kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Data dari negara berpendapatan rendah atau menengah (low or middle income countries) menunjukkan sekitar 50% penderita kanker payudara berusia lebih muda dari 50 tahun, yang biasanya memiliki faktor prognosis lebih buruk. Dengan makin baiknya cara pengobatan, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) kanker payudara di berbagai negara dalam 20 tahun terakhir meningkat cukup tajam.


Disebutkan dalam berbagai studi bahwa dengan manajemen kanker multidisiplin yang baik, hampir 90% penderita kanker payudara stadium III yang berusia di bawah 40 tahun masih bisa bertahan hidup lebih dari lima tahun, dan sekitar 70% dapat hidup lebih dari 10 tahun.

Satu faktor utama yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan kanker payudara adalah adanya kerja sama multidisiplin dari berbagai keahlian. Hal ini telah berulang disebutkan pada misalnya Konsensus ASCO dan ESMO 2006, maupun terakhir oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO Global Breast Cancer Initiative, 2023).

Semua kasus kanker dibicarakan dalam diskusi multidisiplin untuk menentukan pilihan dan urutan terapi yang terbaik. Berbeda dengan 30 tahun yang lalu, cukup banyak contohnya kasus kanker payudara yang saat ini tidak lagi harus menjalani operasi mastektomi. Dengan penetapan stadium yang akurat dan adanya pilihan terapi neo-ajuvan (pemberian terapi sistemik oleh ahli Penyakit Dalam/Onkologi Medik sebelum operasi), pasien memiliki kemungkinan pilihan operasi konservasi payudara/ lumpektomi. Jumlah tenaga dokter ahli Onkologi Medik di Indonesia, yang persentasenya dibanding jumlah penduduk masih jauh tertinggal dengan misalnya Vietnam dan Thailand, harus segera ditambah.

Sesudah ada hasil biopsi/patologi yang lengkap, juga sangat penting menentukan pilihan kombinasi dan dosis obat yang tepat. Sesudah hebohnya kasus KepMenKes No 225 tahun 2017 terkait dugaan manipulasi manfaat satu obat kanker payudara, yang sangat memalukan pemerintah dan sampai dibawa ke pengadilan oleh keluarga pasien, sampai saat ini belum ada audit pemakaian obat kanker dalam program BPJS Kesehatan sesuai anjuran dua organisasi dokter ahli kanker pada 2018.

Sangat disayangkan juga bahwa dibandingkan dengan beberapa negara terdekat seperti Singapura, Malaysia, juga China dan India, Kementerian Kesehatan sampai saat ini belum dapat mengatasi berbagai hambatan dalam menetapkan pedoman kerja multidisiplin yang baik dan benar untuk kanker payudara di Indonesia. Keberanian para pejabat Dinas Kesehatan dan pimpinan rumah sakit dalam menindak tegas berbagai cara pengobatan yang salah atau tidak sesuai dengan etika kedokteran, dan merugikan pasien, juga perlu ditingkatkan.

Kita sudah cukup sering mendengar keprihatinan pemerintah terkait banyaknya pasien mampu yang berobat ke luar negeri (Singapura, Penang, Sarawak) dengan membawa dana ratusan triliun rupiah dalam belasan tahun terakhir. Menteri Kesehatan dan para pejabat lain telah melihat berbagai fasilitas modern dan cara kerja di pusat kanker di Amerika Serikat (Klinik Mayo dan MD Anderson Cancer Center), dan pada awal 2023 sudah membuat kerja sama kolaborasi dengan mereka.

Pelatihan tenaga perawat dan dokter di pusat kanker yang lebih maju ini, dan kerja sama penelitian berbagai obat baru, diharapkan dapat dimulai dalam waktu dekat. Di pihak lain, makin banyak RS luar negeri dilaporkan sudah membuka kantor perwakilan di banyak kota besar. Beberapa bulan lalu kita telah menyaksikan adanya pameran berbagai rumah sakit negara tetangga (Malaysia) di Jakarta, dengan maskapai penerbangan nasional kita (Garuda) sudah menjadi mitra dalam menyediakan transportasi yang diperlukan kelompok pasien untuk berangkat berobat ke kota yang diinginkan.

Keluhan atas pelayanan untuk pasien kanker oleh BPJS Kesehatan (antrean dan syarat untuk konsultasi yang berbelit, rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, lama waktu tunggu untuk mendapat diagnosis pasti dan memulai pengobatan termasuk operasi atau radiasi) masih merupakan masalah yang memerlukan perhatian pemerintah. Peran berbagai asuransi swasta dalam penanganan kanker di dalam negeri juga perlu dioptimalkan.

Berbagai pusat kanker di luar negeri diketahui telah menyediakan fasilitas konsultasi online dalam bahasa Indonesia untuk opini kedua (second opinion), bagi pasien yang masih ragu dengan pilihan yang ditawarkan atau akan diberikan, sebelum mulai menjalani terapi. Beberapa pihak juga sudah menyebutkan kemungkinan perizinan bagi rumah sakit luar negeri untuk membuka cabang di berbagai kota besar, atau diperbolehkannya tenaga kesehatan dan dokter ahli dari luar negeri melakukan pelayanan untuk pasien sambil melatih para dokter kita selama beberapa tahun.

Oktober dirayakan sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara di banyak negara, dengan tujuan mendidik dan meningkatkan pemahaman wanita tentang kanker payudara. Pada Maret 2024, Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah Asia-Pacific Breast Cancer Summit di Bali. Kita harapkan selanjutnya para penderita kanker payudara di seluruh Indonesia dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hak dan keselamatan pasien, program deteksi dini serta manajemen pengobatan yang optimal, segera tersedianya berbagai obat baru dengan lebih lengkap, ditambah kesadaran semua pihak untuk tidak lagi bekerja seperti 40 tahun yang lalu, maka tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 80 - 90% pada kanker payudara non-metastatik (stadium II dan III) harus dapat dicapai dalam waktu yang tidak lama lagi.

Ronald Hukom dokter spesialis Penyakit Dalam (Internis), konsultan Kanker dan Kelainan Darah di RS Pondok Indah Jakarta dan RS Kanker Darah Dharmais




Kegagalan Terapi Kanker Karena Resistensi Obat dan Toksisitas

Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan RS. Kanker Dharmais, Dra. Rizla Andalusia, Apt., M.Pharm lulus ujian doktor dalam bidang ilmu kedokteran dan kesehatan dari Fakultas kedokteran UGM. Promovenda dengan didampingi promotor Prof. dr. Sofia Mubarika, M.Med.Sc., Ph.D dan ko-promotor Dr.Med. dr. Indwiani Astuti serta dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D berhasil mempertahankan desertasi Hubungan Polimerfisme Gen CYP2B6*4, CYP2B6*6, CYP2B6*9, ALDH1A1, GSTM1 Dan GSTT1 Dengan Toksisitas Hematologik Siklofosfamid Pada Penderita Kanker Payudara Dan Limfoma Non Hodgin.

“Sebagai penyakit ganas, kanker masih menunjukkan angka mortalitas tinggi. Data Globocan tahun 2012 memperlihatkan 14,1 juta kasus baru kanker, sebanyak 8,2 juta berakhir dengan kematian. Sementara dari 5 tahun diagnosis, sebanyak 32,6 juta pasien hidup dengan kanker di seluruh dunia”, ujar Rizla Andalusia di Ruang Senat Gedung KPTU Fakultas Kedokteran UGM, Kamis (5/2) saat menjalani ujian terbuka.


Menurut Rizla, kanker payudara merupakan kanker dengan keganasan tertinggi pada wanita dengan jumlah penderita sebanyak 1.676.633 atau 43,3 per 100 ribu penduduk. Sedangkan kanker limfoma non-hodgin menduduki urutan ke-8 pada laki-laki dan ke 12 pada seluruh kasus dengan penderita sebanyak 385.741 atau 6 per 100 ribu penduduk. 

Bahkan data registrasi kanker RS. Kanker Dharmais tahun 2003-2007 memperlihatkan kanker payudara menempati urutan pertama kejadian kanker pada wanita sebesar 40,58 persen. Kanker payudara tersebut merupakan kanker penyebab kematian tertinggi pada wanita (36,31 %), sementara limfoma non Hodgin menempati urutan keempat pada pria (7,23 %).

Rizla Andalusia mengatakan kegagalan terapi pada kanker dapat disebabkan karena resistensi obat dan toksisitas. Oleh karena itu, pemberian sitostatika menjadi hal yang penting dalam pengobatan kanker.

“Dose limiting toxicity pada pemberian obat sitostatika sering menyebabkan dosis obat yang diberikan tidak optimal,” paparnya. (Humas UGM/ Agung)


Sumber : ugm.ac.id/id/berita/9696-kegagalan-terapi-kanker-karena-resistensi-obat-dan-toksisitas/

Layanan Utama

Disclaimer :

Faktor kondisi tubuh dan Minat Pasien serta suport keluarga pasien sangat mempengaruhi Tingkat kesembuhan Pasien. Ingat Satu satunya di Indonesia menggunakan Formulasi ini yang terbukti mampu mengobati HIV. Simpanlah alamat kami . WA : 0823-3222-2009