Jl.Krida Mulya 27 Kel.Kembaran Kulon - Purbalingga 53319

“Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (As Syu’araa: 80)
PENGOBATAN UTAMA

KANKER GANAS HIV DIABETES KECANDUAN NARKOBA TBC MUSIH BERSAMA
Tampilkan postingan dengan label HIV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIV. Tampilkan semua postingan

Pengobatan SGB - Sindrom Guillain–Barré

Tabib Masrukhi,B.RM, A.Md.Kep : Yakinlah setiap Penyakit ada obatnya. kami berpengalaman mengobati penyakit GBS, dengan metode multi terapi, insya Alloh cepat sembuhnya, rata rata banyak perubahan dalam waktu 1-2 hari.

Jangan Putus Asa
Jika saudara menderita GBS belum juga sembuh
Jangan ragu Hubungi kami 0823 3222 2009


Gejala dan penyebab
Pada kondisi normal, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan antigen (zat yang merusak tubuh) ketika tubuh terinfeksi penyakit, virus, atau bakteri. Pada kasus SGB, antibodi malah menyerang sistem saraf tepi dan menyebabkan kerusakan sel saraf. Hal ini ditimbulkan karena antibodi merusak selaput myelin yang menyelubungi sel saraf (demyelinasi). Kerusakan yang ditimbulkan dimulai dari pangkal ke tepi atau dari atas ke bawah. Kerusakan tersebut akan menyebabkan kelumpuhan motorik dan gangguan sensibilitas. Jika kerusakan terjadi sampai pangkal saraf maka dapat terjadi kelainan pada sumsum tulang belakang.

Gejala-gejala yang dapat timbul pada penderita SGB adalah kehilangan sensitivitas, seperti kesemutan, kebas (mati rasa), rasa terbakar, atau nyeri, dengan pola persebaran yang tidak teratur dan dapat berubah-ubah. Kelumpuhan pada pasien SGB biasanya terjadi dari bagian tubuh bawah ke atas atau dari luar ke dalam secara bertahap, namun dalam waktu yang bervariasi. Penderita SGB parah, kerusakan dapat berdampak pada paru-paru dan melemahkan otot-otot pernapasan sehingga diperlukan ventilator untuk menjaga pasien agar tetap bertahan. Kondisi penderita dapat bertambah parah karena kemungkin terjadi infeksi di dalam paru-paru akibat berkurangnya kemampuan pertukaran gas dan kemampuan membersihkan saluran pernapasan. Kematian umumnya terjadi karena kegagalan pernapasan dan infeksi yang ditimbulkan

Bagaimana SBG dapat ter-diagnosa?
Diagnosa SBG didapat dari riwayat dan hasil test kesehatan baik secara fisik maupun test laboratorium. Dari riwayat penyakit, obat-obatan yang biasa diminum, pecandu alcohol, infeksi-infeksi yang pernah diderita, gigitan kutu maka Dokter akan menyimpulkan apakah pasien masuk dalam daftar pasien SBG. Tidak lupa juga riwayat penyakit yang pernah diderita pasien maupun keluarga pasien misalnya diabetes mellitus, diet yang dilakukan, semuanya akan diteliti dengan seksama hingga dokter bisa membuat vonis apakah anda terkena SBG atau penyakit lainnya.
Pasien yang diduga mengidap SBG di haruskan melakukan test:
1. Darah lengkap
2. Lumbar Puncture
3. EMG (electromvogram)

Sesuai urutannya, test pertama akan dilakukan kemudian test ke dua apabila test pertama tidak terdeteksi adanya SBG, dan selanjutnya.

Apa yang akan terjadi setelah test dilakukan?
Tanda-tanda melemahnya syaraf akan nampak semakin parah dalam waktu 4 sampai 6 minggu. Beberapa pasien melemah dalam waktu relative singkat hingga pada titik lumpuh total dalam hitungan hari, tapi situasi ini amat langka.
Pasien kemudian memasuki tahap ‘tidak berdaya’ dalam beberapa hari. Pada masa ini biasanya pasien dianjurkan untuk ber-istirahat total di rumah sakit. Meskipun kondisi dalam keadaan lemah sangat dianjurkan pasien untuk selalu menggerakkan bagian-bagian tubuh yang terserang untuk menghindari kaku otot. Ahli Fisioterapy biasanya akan sangat dibutuhkan untuk melatih pasien dengan terapi-terapi khusus dan akan memberikan pengarahan-pengarah an kepada keluarga adan teman pasien cara-cara melatih pasien SBG.

Apakah SBG menyakitkan?
Ya dan tidak. Pasien biasanya merasakan sakit yang akut pada saat SBG. Terutama didaerah tulang belakang dan lengan dan kaki. Namun ada juga pasien yang tidak mengeluhkan rasa sakit yang berarti meskipun mereka mengalami kelumpuhan parah. Rasa sakit muncul dari pembengkakan dari syaraf yang terserang, atau dari otot yang sementara kehilangan suplai energy, atau dari posisi duduk atau tidur si Pasien yang mengalami kesulitan untuk bergerak atau memutar tubuhnya ke posisi nyaman. Untuk melawan rasa sakit dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan perawat akan memberikan terapi-terapi untuk me-relokasi bagian-bagian tubuh yang terserang dengan terapi-terapi khusus. Rasa sakit dapat datang dan pergi dan itu amat normal bagi penderita SBG.

Pengobatan Secara Medis
  1. Pertukaran plasma, serupa dengan cuci darah, yaitu penggantian plasma darah menggunakan alat plasmaferesis. Ini dapat membantu pasien untuk bertahan dari sindrom Guillain–Barré atau mencapai kondisi yang lebih baik.
  2. Pemberikan imunoglobulin intravena (IVIg diberikan melalui darah) dosis tinggi selama lima hari untuk peningkatan kekebalan tubuh.
  3. Pemberian kortikosteroid dosis tinggi sebagai antiradang. Pada beberapa kasus, pemberian kortikosteroid dapat membantu proses penyembuhan. 
Pasien yang berhasil sembuh dari SGB tetap menyisakan kelemahan fungsi tubuh karena sel saraf merupakan jaringan yang tidak bisa kembali dengan sendirinya ketika mengalami kerusakan. Untuk dapat menggerakkan anggota tubuhnya kembali, seperti berjalan, makan, berbicara, atau menulis, pasien harus melakukan terapi dan latihan secara teratur. Dalam jangka waktu satu tahun atau lebih, 85% penderita SGB dapat kembali normal. (dari berbagai sumber)
testimoni
LAMA tak terlihat di rumahnya, Ny Rajasa rupanya dirawat di rumah sakit. Hampir dua minggu dirawat di RS Bethesda Yogyakarta namun tetangganya tak banyak yang tahu. Guru yang memasuki masa pensiun ini baru diketahui sakit oleh tetangga setelah mobil rumah sakit mengantarnya pulang. Ketika diturunkan dari mobil menuju ke rumahnya, sang ibu beranak tiga ini tak bisa jalan melainkan didorong menggunakan ranjang perawatan.

Sakit apa gerangan? Sang suami pasien menceritakan istrinya terkena penyakit GBS atau Guillain Barre Syndrome. Penyakit ini menyerang imunitas tubuh, dan membuat  kelumpuhan otot dalam hitungan jam bahkan membuat otot pernafasan tak bisa bergerak, sehingga paru-paru tidak bisa bekerja optimal bahkan lumpuh.Penyakit ini menyebabkan system kekebalan tubuh kita menjadi kacau.

"Ibu awalnya mengalami kesemutan. Semula sempat dikira stroke namun kok mejalar hingga tubuh terasa lumpuh," kata sang suami ditemui di rumahnya, baru-baru ini.

Penyakit GBS kebanyakan menyerang orang dewasa. Namun, anak-anak pun bisa mengalaminya (2-3% kasus pada anak-anak). Penyebab penyakit ini sampai saat ini belum diketahui tetapi pada banyak kasus sering disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Menurut Spesialis Saraf Anak, Irawan Mangunatmadja dari RSCM, biasanya penyebabnya adalah infeksi virus yang menyebabkan terjadinya inflamasi susunan saraf tepi.

Kondisi GBS juga sering disebut sebagai kondisi lumpuh layu akut. Banyak rumah sakit  melaporkan pasiennya mengalami lumpuh layu akut, dan setelah didiagnosis lebih jauh ternyata  GBS. Lebih lanjut Irawan mengatakan, dalam perkembangannya apabila pasien dinyatakan sembuh, umumnya akan menimbulkan gangguan dalam hal mobilisasi. Di mana ketika berjalan akan sedikit  terganggu sehingga diperlukan sebuah alat bantu.

Gejala pertama dari penyakit ini antara lain kelemahan atau kesemutan di kaki dan dapat menyebar ke lengan dan tubuh bagian atas. Semakin lama semakin meningkat, sampai otot-otot tertentu tidak dapat digunakan sama sekali atau lumpuh keseluruhan.

Diagnosa GBS ini agak sulit dan lama karena seperti kasus umum sehingga harus menelusuri riwayat kesehatan dari fisik maupun tes laboraturium. Dari riwayat penyakit, obat-obatan yang biasa diminum, pecandu alcohol, infeksi-infeksi yang pernah di derita, gigitan kutu. Tidak lupa juga riwayat penyakit yang pernah diderita pasien maunpun keluarga pasien, misalnya diabetes, diet yang pernah dilakukan, semuanya diteliti hingga dokter dapat membuat vonis apakah ya atau tidak anda mengidap penyakit GBS.

Tes labnya pun ada 3 dan berurutan:
  1. Darah lengkap
  2. Lumbar Puncture 
  3. EMG (Electromvogram)

Yang paling `menyakitkan' dari penyakit ini dan yang paling memprihatinkan, penyakit GBS merupakan penyakit MAHAL. Penyakit ini bisa diatasi dengan deteksi dini untuk mendeteksi system imunitas apa yang terserang. Bila daya tahan tubuh pasien mengkonsumsi obat (hanya ada 1 macam), Gamamune (Imuno Globuline) yang harganya 1 botolnya mencapat 4-5juta. Obat ini akan diinfuskan ke tubuh pasien dengan takaran sesuai berat badan pasien. Rata-rata per harinya pasien membutuhkan 4-5 botol/hari. Bisa dibayangkan berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk pengobatan penyakit ini.

Sementara berdasarkan data dari Departemen Kesehatan, setiap tahun GBS hanya menyerang 1-2  orang di antara 100.000 orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, kasus GBS terakhir yang pernah dilaporkan sudah terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu.

Disebutkan pula sekitar 60% kasus, penyebab GBS tidak pernah diketahui. Sementara 40% lagi diduga dipicu oleh infeksi virus atau bakteri. Mirip dengan penyakit Lupus, GBS juga  termasuk penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh. (Hanan Wiyoko/dari berbagai sumber)


Share:

Obat Alternatif HIV AIDS Cepat sembuh Tanpa Minum Obat Seumur Hidup

HAsil Viraload HIV tidak terdeksi
Penyakit HIV secara modern hingga kini belum di temukan obatnya, karena itu banyak pasien mencari jalan pengobatan alternatif. Namun sebaiknya ODHA harus pandai memilih dan memilah metode pengobatan alternatif yang sesuai dengan syariat pengobatan HIV yakni memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengeluarkan virus dari tubuh, dan mengobati infeksi oportunistis.
Ramuan kami di buat dari bahan herbal pilihan ( lokal / impor ) Insha Allah mampu mencegahan dan mengobati penyakit HIV










Berbekal pengalaman kami siap memberikan G'A'R'A'N'S'I  PENGOBATAN klik disini
Adakah di tempat lain yang berani memberikan garansi pengobatan ? 
 
TERAPI PENCEGAHAN HIV - GARANSI 100%
Bila anda telah melakukan hubungan sex sangat BERESIKO, baik ada GEJALA ataupun belum ada gejala seperti flu, kondisi badan cepat lemah, sakit kepala, diare, panas dalam hilang timbul, kemudian di lakukan tes antihiv dan hasilnya masih “ non reaktif “ biasanya anda di sarankan untuk tes antihiv ulang 3 bulan lagi. Maka sebaiknya SEGERA di lakukan TERAPI PENCEGAHAN, tidak harus menunggu 3 bulan, karena nantinya bisa saja hasilnya justru “ REAKTIF ” kemudian baru di lakukan pengobatan maka anda TERLAMBAT.

Kondisi pasien saat Periode Jendela (tes antihiv masih non reaktif) jumlah virus hiv masih sedikit sehingga belum terbentuk antibodi. Pada saat virus masih sedikit, inilah saat yang paling tepat untuk di lakukan TINDAKAN TERAPI PENCEGAHAN agar terhindar dari Penyakit HIV selamanya.
 
TERAPI PENCEGAHAN HIV

Berpengalaman lebih dari 5 tahun sd Maret 2023 TERBUKTI 100% BERHASIL
Ratusan pasien berhasil kami selamatkan dari bahaya virus HIV.
sekali lagi JANGAN menunggu hasil antihiv " Reaktif “ anda akan terlambat
INGAT !!!! Mencegah lebih baik dari pada mengobati



SIAPA YANG HARUS MENDAPATKAN TERAPI PENCEGAHAN HIV
Tentu mereka yang beresiko tertular virus HIV : 
  • Suami istri yang salah satunya sudah di nyatakan positif HIV. contoh suami positif, istri masih negatif maka istri harus di terapi pencegahan agar tidak positif.
  • Nakes tertusuk jarum suntik terkontaminasi virus HIV
  • Pemakai narkoba jarum suntik 
  • PSK tes antihiv Non reaktif, jika PSK tes antihiv sudah reaktif insha Alloh dengan pengobatan kami tetap sehat dan tidak menularkan
  • Orang sudah beresiko tertular JAJAN baik belum bergejala maupun sudah timbul gejala tertular HIV 

METODE PENGOBATAN
Kami memadukan metode multi terapi yaitu 
1) Pengobatan Obat Herbal
2) Pengobatan Medis (bukan ARV) dan 
3)Terapi Spiritual. 
Hasil Kolaborasi metode pengobatan ini insha Alloh luar biasa dan lebih baik

PROSEDUR PENGOBATAN
RAWAT JALAN : Pasien datang ke tempat praktek dengan membawa hasil cek darah
PENGOBATAN JARAK JAUH Kirim data anda melalui WA 0823 3222 2009
1. Nama
2. Alamat
3. Hasil cek darah
4. Konsultasi by telpon HP.0823 3222 2009 
4. Kirim biaya pengobatan melalui bank BNI 0823322229 an.MASRUKHI
Selanjutnya paket ramuan kami kirim ke alamat anda

Keunggulan metode pengobatan kami klik disini
Testimoni klik disini
PENGERTIAN SEMBUH klik disini
Prof.Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, pengertian sembuh dalam infeksi HIV/AIDS adalah sembuh fungsional yang berarti virusnya tetap ada, tetapi tidak berkembang. Pasien juga bisa lepas dari obat anti-HIV atau ARV.
Alhamdulillah atas pertolongan Allah sudah banyak pasien kami yang sembuh fungsional tanpa lagi minum ARV yang membosankan, cukup pola hidup yang sehat dan tetap berdoa kepada Allah.

LAMA PENGOBATAN
 
Terapi Pencegahan HIV              : 1 - 3 bulan rata rata 1 bulan
Terapi Pengobatan HIV  AIDS   : 6 bulan dan menyesuaikan penyakit IO komplikasi penyakit lainya



GRIYA MEDISTRA
Jl. Krida Mulya 27
Kel.Kembaran Kulon - Purbalingga JAWA TENGAH



TESTIMONI 




           
Share:
Disclaimer : 
Keinginan sembuh pasien, penyebab penyakit, kondisi fisik pasien dan suport keluarga pasien sangat mempengaruhi tingkat kesembuhan Pasien. 
Kami mengutamakan Kesembuhan Pasien 
Serius Berobat Hubungi Kami +62 823 3222 2009

GRIYA MEDISTRA

Jl.Krida Mulya 27
Kel. Kembaran Kulon - Purbalingga
Jawa Tangah - Indonesia
Telpon : 0823-3222-2009
BUKA PRAKTEK
Senin - Sabtu
Jam 16 - 20 WIB
Hari libur Perjanjian
Rute
Jika naik pesawat terbang turun ke Bandara Jogjakarta = > ke lokasi kami bisa naik kendaraan umum/taxi/charteran

Jika naik kereta api turun Stasiun Kereta Api Purwokerto => ke Lokasi kami sebaiknya Naik Taxi ( ± 45 MENIT sampai)

Gunakan GOOGLE MAPS klik disini

TABIB MASRUKHI

.

Kanker Otak