“Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (As Syu’araa: 80)

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 31 Agustus 2024

Belum Ada Obatnya, Ini 10 Kanker Paling Ganas & Mematikan

Jakarta, CNBC Indonesia
- Selain jantung dan stroke, kanker masih menjadi penyakit ganas yang menyebabkan kematian paling tinggi di dunia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tiga kanker yang paling banyak membunuh orang di seluruh dunia pada tahun 2020 adalah kanker paru-paru (1,80 juta kematian), kanker kolorektal (916.000 kematian) dan kanker hati (830.000 kematian).

Tapi itu bukan kanker paling mematikan, menurut Rebecca Siegel, MPH, direktur ilmiah senior penelitian pengawasan di American Cancer Society (ACS).

Peneliti kanker menentukan kelangsungan hidup dengan ukuran relatif 5 tahun. Ini merupakan presentase orang yang diharapkan bertahan hidup dari efek kanker tertentu, tidak termasuk risiko dari kemungkinan penyebab kematian lainnya, selama lima tahun setelah didiagnosis.

Ada beberapa jenis kanker yang paling mematikan, bahkan sangat rentan menyerang manusia tanpa mengenal kelompok usia maupun jenis kelamin. Kanker yang paling mematikan adalah kanker dengan kelangsungan hidup yang paling rendah

Kenapa belum ada obat kanker?

Hingga kini belum ada satu obat yang terbukti medis dan efektif bisa menyembuhkan kanker. Ada sejumlah alasan di balik hal ini. 

Alasan pertama, mengutip Live Science, adalah karena kanker bukan penyakit tunggal yang bisa diberantas dengan satu obat. Faktanya, ada ratusan jenis kanker.

"Kita akan membutuhkan ratusan jenis obat yang berbeda untuk menyembuhkan semua kanker," kata Siegel. 

Alasan lain mengapa sulit untuk menyembuhkan kanker adalah karena standar untuk menyembuhkan kanker sangat tinggi. Kanker dinyatakan sembuh jika tidak ada lagi jejaknya di dalam tubuh dan tidak akan pernah kembali atau tidak diharapkan untuk kembali. Tetapi bahkan ketika semua jejak kanker telah hilang, tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti bahwa itu tidak akan kembali.

Alasan terakhir adalah, meski ada pengobatan untuk kanker tertentu, tidak berarti pengobatan itu akan berhasil untuk semua orang. "Kanker setiap orang memiliki tanda molekuler yang unik dan merespons pengobatan secara berbeda dibandingkan dengan orang lain dengan jenis kanker yang sama," kata Siegel.

Berikut adalah beberapa kanker paling mematikan mengutip Live Science:

1. Kanker Pankreas Kanker pankreas dimulai di jaringan pankreas, yang membantu pencernaan. Kanker sistem pencernaan secara umum cukup mematikan. Jumlah pasien kanker pankreas yang bertahan hidup setelah lima tahun diagnosis kurang dari 50%. Ini membuat kanker pankreas menjadi jenis kanker yang paling mematikan. Sebagian besar kanker pankreas adalah kanker eksokrin, yang berarti kanker muncul di sel yang membuat enzim pencernaan. Dalam sedikit kasus, kanker muncul di sel endokrin pankreas yang membuat hormon seperti insulin atau disebut tumor neuroenokrin pankreas (NETs). Tipe kanker ini hanya 2 persen dari kanker pankreas pada umumnya dan memiliki kemungkinan sembuh yang jauh lebih baik. Bergantung dari seberapa jauh penyebarannya, dokter dapat mengobati kanker pankreas dengan pembedahan, radiasi, atau kemoterapi. Perawatan lain yang mungkin termasuk imunoterapi dan obat yang menargetkan molekul khusus untuk sel kanker.

2. Mesotheliom Mesothelium adalah lapisan sel yang melapisi rongga tubuh tertentu dan mengelilingi organ dalam. Meshotheliome merupakan kanker sel-sel ini. Tiga dari empat mesothelioma berkembang di mesothelium yang mengelilingi paru-paru atau pleura. Jenis kanker ini disebut mesothelioma pleura. Adapun, jenis mesothelioma paling umum terbentuk di peritoneum, jaringan yang melapisi perut dan mengelilingi banyak organ perut seperti perut dan hati. Jenis kanker ini disebut peritoneal mesothelioma. Mesothelioma jarang terjadi di jaringan yang mengelilingi jantung dan testis. Paparan terhadap asbes, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS, adalah penyebab utama mesothelioma pleura ganas. Adapun perawatannya bergantung pada seberapa jauh perkembangannya, termasuk pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi khusus, dan imunoterapi.

3. Kanker kantong empedu Kanker sistem pencernaan ini dimulai di kantong empedu. Kantung empedu, terletak di bawah hati, berkonsentrasi dan menyimpan empedu, yakni zat yang dibuat oleh hati yang membantu pencernaan. Batu empedu, meski kecil, secara signifikan meningkatkan risiko terkena kanker kandung empedu. Perawatan yang diberikan bergantung pada seberapa jauh kanker berkembang saat didiagnosis

4. Kanker Kerongkongan Kerongkongan mempunyai fungsi mengangkut makanan dari tenggorokan ke perut. Faktor risiko kanker kerongkongan meliputi usia, merokok, minum alkohol, hingga riwayat penyakit lambung. Perawatannya bergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, seperti pembedahan, kemoterapi, radiasi, imunoterapi, atau terapi yang menargetkan kondisi tertentu.

5. Kanker hati Kanker hati adalah salah satu bentuk kanker yang paling umum di seluruh dunia. Faktor risiko yang paling signifikan untuk kanker hati adalah hepatitis B kronis atau infeksi hepatitis C. Kedua infeksi ini ditularkan melalui cairan tubuh, termasuk darah dan air mani. Kanker yang terkait erat yaitu kanker saluran empedu intrahepatik, yang terjadi di saluran yang membawa empedu dari hati dan kantong empedu ke usus kecil, di mana empedu membantu mencerna lemak dari makanan.

6. Kanker paru-paru Kanker paru-paru dan bronkial membunuh paling banyak orang di seluruh dunia. Merokok dan penggunaan produk tembakau adalah penyebab utamanya. Ada dua jenis utama kanker paru-paru non-sel kecil, yang paling umum, dan kanker paru-paru sel kecil yang menyebar lebih cepat. Hal terbaik yang dapat dilakukan pasien perokok untuk mempersiapkan pengobatan adalah berhenti merokok. Pengobatan untuk kanker paru-paru termasuk pembedahan, kemoterapi, radiasi, imunoterapi dan terapi lainnya.

7. Kanker Pleura Ini adalah tipe kanker jaringan yang melapisi paru-paru, perut, jantung, dan organ lainnya. Mesothelioma kanker adalah bentuk paling umum, biasanya mempengaruhi paru-paru. Batuk, nyeri dada, dan sesak napas adalah gejala dari tipe kanker ini. Perawatannya termasuk operasi, radiasi dan kemoterapi. 

8. Leukemia Monositik Akut Leukemia monositik akut adalah subtipe dari jenis leukemia yang disebut leukemia myeloid akut (AML). Kanker ini berkembang dalam sel prekursor darah yang sedang dalam perjalanan untuk menjadi sel sistem kekebalan yang disebut monosit. Monosit adalah bagian utama dari sistem kekebalan bawaan.  Perawatan untuk leukemia monositik akut yakni kemoterapi, transplantasi sel induk, atau terapi yang ditargetkan.

9. Kanker otak Pada orang dewasa, tumor otak jarang dimulai di otak, tapi seringnya menyebar dari kanker lain. Kanker otak umumnya disebabkan oleh kanker yang berasal dari tempat lain di tubuh. Pada anak-anak, sebagian besar tumor otak dimulai di otak. Satu-satunya faktor risiko tumor otak adalah riwayat keluarga dan paparan radiasi di kepala. Paparan radiasi biasanya terjadi selama pengobatan untuk beberapa kanker lainnya. Pengobatan untuk tumor otak tergantung pada jenis tumor dan seberapa besar kanker telah tumbuh pada saat didiagnosis.

10. Leukimia Myeloid Akut Leukemia berkembang dari sel induk di sumsum tulang. Jenis kanker ini terjadi ketika perkembangan sel darah terhenti dan sel menjadi kanker. Leukemia myeloid akut mengacu pada kanker yang berkembang di sel myeloid (berlawanan dengan sel limfoid), yang merupakan sel prekursor darah yang berpotensi berkembang menjadi sel darah merah, beberapa jenis sel darah putih, dan trombosit.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20220913171824-33-371794/belum-ada-obatnya-ini-10-kanker-paling-ganas-mematikan

STADIUM KANKER GANAS

Kanker adalah penyakit yang dapat berkembang dan menyebar dengan cepat dari tempat asalnya (kanker primer) ke berbagai organ tubuh. Untuk menentukan seberapa jauh kanker telah berkembang dalam tubuh, dokter menggunakan tingkatan stadium kanker. 

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tingkatan stadium kanker, Anda dapat menyimak ulasan di bawah ini.

Tingkatan Stadium Kanker (Cancer Stages)

Cancer stages atau stadium kanker adalah indikator yang digunakan dalam menentukan seberapa luas kanker telah berkembang dan menyebar di dalam tubuh. Penting untuk menentukan tingkatan stadium kanker 

Tingkatan stadium kanker ditentukan berdasarkan TNM category. T adalah singkatan dari primary tumor (tumor primer), N mengacu pada kelenjar getah bening (lymph nodes) dan menunjukkan apakah tumor sudah menyebar ke kelenjar getah bening. Sementara M adalah singkatan dari metastasis, yaitu penyebaran sel kanker ke jaringan atau organ tubuh lain.

Secara umum, kanker terbagi menjadi 5 stadium, dimulai dari stadium 0 hingga stadium 4. Berikut uraian selengkapnya.

Stadium 0

Tingkatan stadium kanker yang pertama adalah stadium 0 atau karsinoma in situ. 

Pada stadium ini, sel kanker baru tumbuh dan belum menyebar ke jaringan maupun organ lain. Kanker yang masih dalam stadium 0 sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun, sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya. Padahal, kanker yang bisa terdeteksi saat stadium 0 memiliki potensi kesembuhan yang tinggi.

Stadium 1

Ketika sudah memasuki stadium 1, artinya sel kanker sudah berkembang dan membentuk jaringan tumor yang berukuran kecil. Kendati demikian, kondisi ini masih belum menimbulkan gejala khas, sehingga tidak banyak yang menyadarinya. Kanker stadium 1 juga belum menyebar ke jaringan atau bagian tubuh lainnya.

Stadium 2

Tingkatan stadium kanker berikutnya adalah stadium 2. Pada kondisi ini, kanker mulai menyebar ke kelenjar getah bening yang berada di sekitar sel kanker primer, serta ukuran sel kanker sudah semakin besar. Kendati begitu, tetap diperlukan pengobatan sesegera mungkin agar kanker tidak berkembang ke stadium lanjut.

Stadium 3

Memasuki stadium 3, penyebaran sel kanker dimulai. Pada tingkatan stadium kanker ini, sel sudah tumbuh lebih dalam ke jaringan dan organ tubuh. Biasanya, sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang lebih jauh, namun belum sampai ke jaringan atau organ tubuh yang lokasinya jauh dari kanker primer.

Stadium 4

Perkembangan sel kanker di stadium 4 semakin mengkhawatirkan. Jika kanker sudah memasuki tingkatan stadium kanker ini, artinya sel kanker telah berkembang ke jaringan serta organ tubuh lainnya. Misalnya, sel kanker yang awalnya tumbuh di pankreas menyebar (metastasis) ke otak.

SEGERA BEROBAT YANG BENAR AGAR CEPAT SEMBUH

JIKA BEROBAT SEBULAN TIDA ADA PERUBAHAN BAHKAN TAMBAH PARAH MAKA SEBAIKNYA CARILAH CARA LAIN YANG LEBIH BAIK

Selasa, 20 Agustus 2024

FORM INFORMED CONSENT

SURAT PERSETUJUAN PENGOBATAN KANKER

( INFORMED CONSENT )

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                  : ............................................................................................

Umur                  : ...............tahun

Jenis Kelamin    : L/P

Alamat                : ............................................................................................

Identitas / KTP  : ............................................................................................

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya telah memberikan PERSETUJUAN

terhadap diri saya sendiri / istri / suami / anak / ayah / ibu saya dengan  :

Nama                  : ............................................................................................

Umur                  : ...............tahun

Jenis Kelamin    : L/P

Alamat                : ............................................................................................

Identitas / KTP  : ............................................................................................

Nomor RM         : ............................................................................................

              Saya telah menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya telah di beri penjelasan mengenai :

·       Kondisi, diagnose dan kemungkinan kesembuhan penyakit saya.

·       Manfaat dan kekurangan dari pengobatan alternatif yang akan di lakukan

·       Peluang keberhasilan dari pengobatan yang akan di lakukan

·       Kemungknan permasalahan yang sehubungan dengan proses pengobatan

Saya menyatakan telah memahami sepenuhnya penjelasan dan informasi yang telah di berikan oleh petugas. Dan saya juga menyadari bahwa pengobatan bukan lah ilmu pasti sembuh karena banyak faktor mempengaruhi tingkat keberhasilan kesembuhan maka keberhasilan pengobatan ini bukanlah keniscayaan, melainkan sangat bergantung kepada izin Alloh yang maha penyembuh. Karena itu kami tidak akan menutut secara hukum segala hasil pengobatan yang akan di lakukan.

Demikian persetujuan ini kami buat dengan penuh kesadaran tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Kamis, 02 Mei 2024

Terapi TBC Cepat Sembuh - Nyaris Tanpa Efek Samping

 BROO TBC ITU MUDAH DI SEMBUHKAN 

Metode Multi Terapi
TABIB MASRUKHI ABU THOLIB
Sang Ahli Pengobatan TBC HIV HANKER DM
TERBUKTI EFEKTIF MENGOBATI TBC

Salah satu penyebab kegagalan pengobatan TBC dengan OAT
karena lamanya pengobatan sehingga pasien bosan, Lambatnya perkembangan kondisi pasien TBC
Dan Terlalu banyak Efek Samping OAT yang menyebabkan banyak putus obat.

Berdasarkan data GF TBC tahun 2022. Penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat kedua setelah India, yakni dengan jumlah kasus 969 ribu dan angka kematian 93 ribu per tahun.

Angka keberhasilan pengobatan dengan OAT (Obat Anti TBC) : TBC SO (sensitif obat) di Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 85%. Sementara angka keberhasilan pengobatan TBC RO (resisten obat) di Indonesia tahun 2022 secara umum keberhasilannya hanya 55%.  45% nya GAGAL

INI SANGAT MEMPRIHATINKAN
Karena itu kami
TABIB MASRUKHI ABU THOLIB 
Hadir memberikan INOVASI terbaiknya Mengobati TBC
Cepat dan Tuntas 

Alamat Praktek :
GRIYA MEDISTRA
Jl.Krida Mulya 27
Kel. Kembaran Kulon - Purbalingga
Jawa Tengah - Indonesia 



METODE MULTI TERAPI TBC
Khusus Menggunakan Herbal Formulasi Pilihan menyesuaikan kondisi pasien

BERAPA BIAYA PENGOBATAN TBC 
Insha Alloh Murah 600 ribu untuk mendapatkan pengobatan selama sebulan. Insha Alloh Cepat sembuhnya di bandingkan pengobatan lainya.

a) SEBAGAI TERAPI PENDAMPINGAN OAT
  1. Membantu menambah tingkat kesembuhan pengobatan TBC dengan OAT sehingga capaian kesembuhan TBC lebih cepat dan jauh lebih baik keberhasilannya.
  2. Membantu mengobati efek samping obat OAT sehingga OAT bisa di konsumsi dengan baik.
  3. Membantu mempercepat pemulihan kondisi tubuh pasien.
b) SEBAGAI TERAPI KHUSUS TBC TANPA OAT  (sebagai gantinya menggunakan OAT herbal). Sangat PENTING bagi penderita TBC yang alergi obat OAT atau Resistensi OAT atau mengalami efek samping OAT berat yang harus di hentihan.

SIAPA SAJA YANG MEMERLUKAN TERAPI KAMI ?

  • Semua pasien TBC yang tidak kuat dengan efek samping obat OAT
  • Semua pasien TBC yang di nyatakan alergi obat OAT.
  • Semua pasien yang sudah menggunakan obat OAT tetapi dalam 2 bulan belum ada perkembangan. contoh sudah 2 bulan pengobatan OAT tetapi BB belum naik, masih keluar keringan malam, batuk batuk, sesak, lemas. hal ini bisa sebagai pertanda kegagalan pengobatan OAT terutama TB MDR.
  • Semua pasien TBC yang GAGAL dalam pengobatan OAT.
  • Pasien TBC ketika pengobatan OAT sudah di nyatakan sembuh tetapi sebenarnya belum tuntas di tandai dengan berat badan yang sulit naik dan kadang masih sering batuk.
  • Semua TB RO / MDR sebaiknya OAT di kombinasikan dengan pengobatan kami. 
METODE MULTI TERAPI
menyesuaikan kondisi pasien
Dan saran metode pengobatan lainya

BIAYA PENGOBATAN
Biaya Jasa Pemeriksaan dan Ramuan sekali Kunjungan Rp.600.000,- 
Mendapatkan obat herbal untuk pengobatan selama sebulan (menyesuaikan Kondisi Pasien) 
Insha Alloh Cepat Sembuh 

Tranfer Biaya Pengobatan
Hanya melalui 
BNI 09 100 1000 5  an MASRUKHI

WAKTU PENGOBATAN
    • TBC Paru SO Insha Alloh cukup 2 bulan, 
    • TBC RO / MDR  estimasi 4 bulan
    • Terapi TBC Kelenjar cukup 4 bulan
    • Jika Penderita TB HIV maka sebaiknya HIV nya kami obati.
PROSEDUR PENGOBATAN

  1. Rawat Jalan Pasien silahkan langsung datang ke klinik. dengan membawa hasil pemeriksaan : TCM / BTA, Foto thorak terbaru,  dan darah rutin, Gula darah, SGOT SGPT jika ada. Jika pasien odha bawa hasil tes antihiv. kami berikan GARANSI PENGOBATAN
  2. Pengobatan Jarak Jauh : Pendaftaran Klik disini

INDIKATOR SEMBUH HASIL PENGOBATAN KAMI 
:

  1. Kondisi fisik pasien bertambah baik biasanya di sertai kenaikan berat badan nafsu makan bertambah. Keringat malam hilang dan keluhan lainya 
  2. Hasil pemeriksaan ronggen paru di nyatakan sembuh dari TBC
  3. Pemeriksaan Dahak BTA menjadi Negatif 
  4. Bila Perlu Konsultasikan kesembuhan anda ke Dokter Spesialis Paru setempat.
INGAT YAA
JANGAN ASAL MINUM OBAT HERBAL

TESTIMONI WA

TB Kelenjar 4 bulan sudah sembuh


TB Paru RO, hasil RO Thorak sudah bersih

Baru sebulan pengobatan BB Cepat Naik,
2 bulan RO paru bersih. 


TESTIMONI PASIEN TB TERAPI OAT 
DENGAN TERAPI PENDAMPINGAN BIOTEBE
Beliau ibu Sri alamat Arcawinangun Purwokerto
Beliau di nyatakan TBC, tertular tetangga yang menderita TBC kambuhan
Selama pengobatan OAT berjalan 2 bulan pasien masih merasakan 
keluhan batuk batuk sesak, berat badan kurus TB 164, BB 44 mual mual, pusing, badan kesemutan, lemas, nafsu makan kurang dan masih keluar keringan malam tanpa aktifitas. 
Menurut pengalaman kami hal ini pertanda pengobatan akan GAGAL

Singkatnya Alhamdulillah pasien berobat dan bersedia menjalani pengobatan alternatif kami (biotebe) dengan tetap minum obat OAT sesuai Anjuran dokter
Selang 2 hari minum ramuan pasien merasakan banyak perubahan hingga satu minggu kondisi pasien semakin baik, nafsu makan bertambah, batuk batuk sesak mulai berkurang. 
dan keringat malam sudah hilang. 
sebulan setelah minum ramuan kami biotebe pasien saya anjurkan untuk ronggen thorak dan hasilnya ada perbaikan di banding foto sebelumnya. 
Pasien menjalani terapi Pendampingan hanya 3 bulan
Alhamdulillan setelah pengobatan OAT selesai, pasien di nyatakan SEMBUH
Berat badan NAIK dari 44 kg sebelum kami obati dan setelah selesai pengobatan menjadi 53 kg
Berikut Bukti Ronggen 
dan Surat Keterangan Sembuhnya
Sebulan setelah minum  BIOTEBE

Hasil RO selesai pengobatan OAT


Alhamdulillah di nyatakan SEMBUH

TESTIMONI LAINYA KLIK DISINI 


KONSULTASI
HP .  085 141 655656

Saran bagi penderita TBC yang sudah pernah kecewa minum obat herbal lain jangan pesimis dengan pengobatan herbal, karena pengalaman dan formulasi herbal kami berbeda. kami sudah banyak membuktikannya. 
Sebaiknya mencoba dengan ramuan kami dan  jangan  ikutan menghujat padahal kalian bukan pasien kami. Berikan kesempatan / keyakinan kepada mereka yang sedang berupaya mencari kesembuhan melalui kami. 
SEMBUH ITU DARI ALLOH.
Insha Alloh cepat sembuh sehat dan pasien bisa bekerja kembali

SEKALI LAGI INGAT  !
JANGAN ASAL MINUM OBAT HERBAL 
LALU STOP MINUM OAT
SANGAT BERBAHAYA
BEROBATLAH YANG SABAR DAN BENAR

Pastikan kesembuhan berdasarkan :
Hasil Tes Dahak BTA Negatif
Konsultasikan selalu ke dokter paru Setempat

INGAT
JIKA ANDA SAKIT TBC 
SEBAIKNYA LAKUKAN TERAPI PENDAMPINGAN OAT 
INSHA ALLOH 
LEBIH BERHASIL DAN TIDAK  KAMBUH
Untuk Hasil terbaik sesuai yang di harapkan sebaiknya mengikuti saran ahlinya. Faktor kondisi tubuh seseorang dan suport keluarga pasien sangat berpengaruh terhadap hasil pengobatan. 
Simpanlah alamat & nomor HP kami 0823 3222 2009

Rabu, 03 April 2024

Kemoterapi, Begini Prosedur dan Efek Sampingnya

Kemoterapi, Begini Prosedur dan Efek Sampingnya - AlodokterKemoterapi atau kemo bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan sel kanker yang tumbuh di dalam tubuh. Meski pengobatan ini dapat membantu mengatasi penyakit kanker, kemoterapi juga memiliki efek samping yang tidak sedikit.

Pengobatan kemoterapi terdiri dari beberapa jenis. Oleh karena itu, jenis pengobatan kemoterapi yang diberikan akan bergantung pada jenis kanker, lokasi kanker, stadium kanker, penyebaran sel kanker, dan kondisi kesehatan pasien.

Efek samping yang ditimbulkan dari kemoterapi juga berbeda-beda. Beberapa orang bisa merasakan kelelahan, mual, sariawan, hingga rambut rontok sebagai efek samping kemoterapi yang ringan. Namun, ada pula yang memerlukan penanganan dokter dengan segera jika efek sampingnya cukup parah.

Memerangi Sel-Sel Berbahaya

Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat.

Selain itu, kemoterapi memberikan ragam manfaat lain, seperti:

  • Memperkecil ukuran tumor ganas dan meringankan rasa sakit
  • Mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh lain (metastasis)
  • Menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan mencegah kekambuhan kanker

Meski mampu menghancurkan sel kanker, kemoterapi juga dapat merusak sel sehat yang berada di sekitarnya. Sel sehat yang ikut rusak inilah yang dapat mengakibatkan efek samping. Namun, efek samping yang muncul umumnya akan segera menghilang setelah pengobatan kemoterapi dihentikan.

Jenis-Jenis Kemoterapi

Kemoterapi terkadang dilakukan sebagai satu-satunya upaya penanganan kanker. Namun, sering kali tindakan ini dilakukan bersamaan dengan operasi, terapi radiasi, atau terapi medis lain.

Kemoterapi umumnya dilakukan pada saat berikut ini:

  • Sebelum operasi atau terapi radiasi (kemoterapi neoadjuvant), agar ukuran tumor menjadi lebih kecil
  • Setelah operasi atau terapi radiasi, untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa
  • Ketika dilakukan terapi radiasi dan terapi medis, untuk memaksimalkan efek pengobatan

Metode kemoterapi yang dilakukan tergantung kepada jenis kanker yang diderita. Berikut ini adalah beberapa cara melakukan kemoterapi:

1. Topikal

Krim atau gel yang mengandung obat kemoterapi akan dioleskan pada kulit. Metode kemoterapi ini biasanya dilakukan untuk mengatasi jenis kanker kulit tertentu.

2. Oral

Beberapa kemoterapi dapat dikonsumsi dalam bentuk pil, kapsul, atau cairan yang diminum.

3. Suntik

Obat kemoterapi injeksi dapat diberikan melalui suntikan pada otot atau lapisan lemak, misalnya di lengan, paha, atau perut.

4. Intraperitoneal (IP)

Obat kemoterapi langsung diberikan melalui prosedur operasi atau lewat selang khusus ke dalam rongga perut di mana terdapat usus, hati, dan lambung.

5. Intraarteri (IA)

Obat kemoterapi langsung dimasukkan ke dalam arteri yang menyalurkan darah ke kanker.

6. Intravena (IV)

Obat kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah vena melalui alat, seperti kateter atau selang infus.

Efek Samping Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang efektif dan terbukti mampu menyelamatkan jutaan jiwa. Namun, dibalik itu, kemoterapi juga memiliki efek samping yang beragam.

Efek samping dari kemoterapi bisa berbeda pada tiap orang, termasuk tingkat keparahannya. Efek samping ini dapat muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan untuk membedakan sel kanker dan sel sehat. Akibatnya, sel sehat yang berada di sekitar sel kanker dapat ikut rusak dan menimbulkan sejumlah efek samping, seperti:

  • Rambut rontok
  • Nyeri
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa direncanakan
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas dan kelainan detak jantung akibat anemia
  • Kulit kering dan terasa perih
  • Perdarahan, seperti mudah memar, gusi berdarah, dan mimisan
  • Sering sakit karena terinfeksi
  • Sulit tidur
  • Gangguan psikologis, seperti depresi, stres, dan cemas
  • Gairah seksual menurun dan gangguan kesuburan (infertiltas)
  • Rasa lelah dan lemah sepanjang hari
  • Konstipasi atau diare
  • Sariawan

Meskipun jarang terjadi, pada beberapa kasus, kemoterapi bisa menimbukan masalah yang lebih serius. Salah satunya adalah menurunnya kadar sel darah putih dengan cepat, sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi. Jika ini terjadi, Anda rentan mengalami sakit yang lebih parah.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindarilah kontak dengan orang yang sedang sakit atau terinfeksi selama Anda menjalani kemoterapi. Jika setelah kemoterapi Anda mengalami gejala, seperti demam di atas 37°C, diare, muntah-muntah, sulit bernapas, sakit dada, atau pendarahan, segera periksakan diri ke dokter.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi umumnya dilakukan di rumah sakit guna memantau efektivitas dan kemungkinan munculnya efek samping. Sebelum kemoterapi dilakukan, dokter onkologi biasanya akan memeriksa kesehatan Anda secara menyeluruh, mulai dari tes darah hingga pemeriksaan Rontgen.

Seteleh pemeriksaan dilakukan, dokter akan menyusun perencanaan pengobatan, seperti menentukan jenis kemoterapi yang diterima hingga berapa kali kemoterapi dilakukan. Penyusunan rencana pengobatan ini akan bergantung pada jenis kanker yang diderita dan tujuan dari pengobatan.

Selama pengobatan kemoterapi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter ketika ingin mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk obat alergi, herbal, atau pereda nyeri. Anda juga disarakan untuk mengindari konsumsi minuman keras setidaknya selama menjalani kemoterapi.

Meski tiap orang memiliki reaksi berbeda, sebagian besar orang akan merasakan letih dan lelah setelah menjalani kemoterapi. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menghindari menyetir kendaraan sendiri atau aktivitas yang memerlukan energi atau konsentrasi tinggi usai menjalani kemoterapi.

Sebisa mungkin, ajak anggota keluarga atau kawan untuk mendampingi serta menemani Anda pulang.

Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat menjalani sesi kemoterapi. Jadi, selama menjalani pengobatan ini, ikuti selalu saran dokter dan hindari hal-hal yang bisa mengganggu proses pengobatan agar hasilnya pun optimal

Senin, 01 April 2024

Keberhasilan Kemoterapi Ternyata masih rendah

Jakarta - Sebagian orang berpendapat efek samping kemoterapi lebih besar dibandingkan manfaat yang didapatkan. Bahkan peluang untuk kanker sembuh dengan sendirinya diyakini justru lebih tinggi jika dibiarkan tanpa kemoterapi. Benarkah demikian?

Berbagai tulisan tentang hal itu banyak beredar di situs-situs maupun forum diskusi di internet. Sebagian besar mengatakan bahwa tingkat kesembuhan kanker yang diobati dengan kemoterapi hanya sekitar 3 %, sedangkan sisanya 97% berakhir dengan kegagalan

Angka ini kemudian dibandingkan dengan data lain yang menunjukkan bahwa peluang kanker untuk sembuh sendiri tanpa diobati. Menurut sebuah data dari Norwegia, 22 persen kanker payudara mengalami spontaneus remission atau sembuh dengan sendirinya.

Perbandingan ini memunculkan dugaan bahwa keberhasilan kemoterapi tidak hanya rendah, tetapi sekaligus juga menurunkan peluang bagi tubuh untuk memerangi sel kanker itu sendiri. Faktanya, obat kemoterapi memang menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, Dr Drajat Ryanto Suardi, SpB(K)Onk membenarkan bahwa efek samping obat kemoterapi bisa menurunkan daya tahan tubuh. Namun jika dikatakan bahwa peluang keberhasilan kemoterapi hanya 3 persen, dengan tegas ia membantah.

"Bisa saya katakan, data itu tidak benar. Ada banyak faktor yang mempengaruhi efektivitas dan tingkat kesembuhan kemoterapi dan sejauh ini tidak ada data ilmiah yang mengatakan demikian," tegas Dr Drajat saat dihubungi detikHealth, Selasa (24/1/2012).

Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan kemoterapi menurut Dr Drajat adalah jenis sel kanker dan sensitivitasnya terhadap obat. Limfoma malignant (kanker getah bening) dan kanker payudara misalnya, jika diambil angka secara kasar kasar rata-rata tingkat keberhasilan kemoterapinya bisa mencapai 50 persen.

Faktor berikutnya adalah grade atau tingkat keganasan kanker (sifat kanker) yang terdiri dari 3 grade, makin rendah grade kankernya maka tingkat keberhasilan kemoterapi makin tinggi. Kedua faktor tersebut, grade dan jenis kanker ditentukan berdasarkan hasil biopsi atau pemeriksaan sampel jaringan.

Selain itu, stage atau stadium kanker yang terdiri dari 4 stadium juga mempengaruhi keberhasilan kemoterapi. Sebagai contoh untuk kanker payudara, stadium 1 punya tingkat keberhasilan antara 80-85 persen sehingga pemeriksaan dini akan sangat menentukan peluang kesembuhan.

Tak kalah pentingnya, kebulatan tekad pasien dalam menjalani kemoterapi juga sangat menentukan tingkat keberhasilan. Menurut Dr Drajat, jika pasien punya tekad kuat untuk sembuh maka tanpa disadari tubuhnya akan membantu melakukan fight atau perlawanan terhadap sel kanker.

Terkait pendapat bahwa peluang kesembuhan kanker bisa lebih tinggi jika dibiarkan tidak diobati, Dr Drajat kurang sependapat. Bahkan ketika pasien memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif, pengobatan secara medis baik berupa kemoterapi, operasi maupun radioterapi tetap tidak boleh ditinggalkan.

"Pada dasarnya tidak ada larangan untuk melakukan pengobatan alternatif. Kapan saja mau dilakukan boleh-boleh saja, yang penting medisnya jangan ditinggalkan karena kalau hanya mengandalkan alternatif itu kan belum ada bukti ilmiahnya," pesan Dr Drajat.

Sumber : https://health.detik.com/ulasan-khas/d-1823777/benarkah-kanker-lebih-bisa-sembuh-jika-tak-dikemoterapi.

15 Gejala Utama Penyakit Kanker harus di pahami


Untuk mendeteksi kanker sedini mungkin, kamu perlu mengenali beragam tanda kanker, seperti:

1. Perubahan pada mulut

Kanker mulut sering terjadi pada perokok. Jenis kanker ini dapat ditandai dengan munculnya bercak merah cerah, abu-abu, atau kuning di dalam mulut dan lidah. Keluhan ini juga sering disertai dengan pembengkakan di mulut, mulut yang sering berdarah tanpa sebab jelas, serta mati rasa pada mulut dan wajah.

2. Rasa sakit saat menelan

Rasa sakit saat menelan merupakan gejala yang umum muncul akibat radang tenggorokan atau amandel. Namun, kamu perlu tahu bahwa kanker tenggorokan atau kanker perut juga memiliki gejala serupa.

Terkadang, gejala nyeri menelan akibat kanker juga dapat disertai dengan sering muntah atau penurunan berat badan secara drastis dalam waktu yang singkat tanpa penyebab yang jelas.

3. Batuk darah

Batuk darah memang bukan gejala yang bisa dianggap sepele, apalagi jika sudah berlangsung lama hingga lebih dari empat minggu. Soalnya, gejala ini bisa jadi pertanda kanker paru-paru, lho.

Selain batuk darah, kanker paru-paru juga bisa disertai dengan gejala lain, seperti kehilangan nafsu makan, lelah berlebihan, penurunan berat badan, dan sesak napas.

4. Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati yang tidak kunjung reda dan terasa sangat mengganggu, serta tidak berkurang dengan pengobatan biasa, bisa jadi gejala kanker ovarium, kanker tenggorokan, atau kanker lambung.

5. Perut kembung

Perut yang terasa kembung, penuh, atau begah terus-menerus, terlebih bila diiringi dengan perdarahan vagina atau penurunan berat badan yang drastis, bisa jadi merupakan tanda adanya kanker usus, kanker pankreas, atau kanker ovarium.

6. Gangguan BAB dan BAK

Munculnya kencing darah atau BAB berdarah yang terjadi dalam jangka waktu panjang, dapat menjadi pertanda adanya penyakit yang serius, seperti kanker usus, kanker ginjal, atau kanker kandung kemih.

7. Depresi dan sakit perut

Salah satu gejala kanker pankreas adalah sakit perut yang menjalar ke punggung. Tak hanya itu, kanker pankreas juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti hilang nafsu makan, lelah berlebihan, dan depresi. Ini dikaitkan dengan terganggunya fungsi pankreas dalam memproduksi hormon tertentu, neurotransmiter, dan bikarbonat.

8. Perdarahan di luar waktu menstruasi

Perdarahan di luar waktu menstruasi atau durasi menstruasi yang memanjang, dengan jumlah darah yang berlebihan, dapat menjadi pertanda kanker endometrium atau kanker pada dinding rahim.

9. Perubahan pada testis

Kanker testis biasanya diawali dengan adanya benjolan pada buah zakar atau testis pria yang terasa nyeri. Kondisi ini juga bisa disertai dengan penimbunan cairan di dalam skrotum (kantung penis), benjolan yang terasa berat, dan sakit seperti tertusuk-tusuk.

10. Rasa sakit pada bagian tubuh tertentu

Nyeri berlebihan atau berkepanjangan dapat menjadi pertanda adanya kanker pada bagian tubuh tertentu. Sebagai contoh, sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi tanda adanya tumor pada otak. Sedangkan nyeri punggung bawah yang tidak kunjung sembuh dapat menandakan adanya kanker ovarium dan kanker usus.

11. Perubahan pada kulit

Kanker kulit dapat ditandai dengan perubahan warna kulit, kemerahan pada kulit, permukaannya menjadi keras atau bersisik, dan timbulnya benjolan mencurigakan di permukaan kulit. Selain itu, kanker kulit juga dapat dikenali dari adanya tahi lalat yang bertambah besar, dengan warna yang mencolok dan tepi yang tidak tertatur.

12. Perubahan pada payudara

Kanker payudara yang terjadi pada pria dan wanita memiliki gejala yang serupa, yaitu dimulai dengan adanya benjolan pada payudara, kulit payudara berkerut menyerupai kulit jeruk dan berwarna kemerahan, terasa nyeri, serta adanya cairan atau darah yang keluar dari puting.

13. Berat badan turun secara drastis

Kanker pankreas, kanker lambung, dan kanker paru-paru umumnya akan memunculkan gejala awal berupa penurunan berat badan secara drastis. Penurunan berat badan ini terjadi meski kamu tidak melakukan olah raga atau diet, dan terjadi dalam waktu singkat.

14. Demam berkepanjangan

Penyakit leukemia atau kanker darah umumnya diawali dengan gejala demam berkepanjangan yang tidak kunjung sembuh dan tanpa sebab yang jelas.

15. Kelelahan yang tidak kunjung reda

Selalu merasa lelah meski sudah cukup beristirahat bisa jadi gejala kanker, lho. Bahkan, kelelahan kronis juga bisa menjadi tanda bahwa kanker sedang berkembang di tubuh.

Sikap waspada terhadap gejala kanker, dapat membantu upaya dokter dalam deteksi kanker sedini mungkin. Semakin cepat kanker dideteksi, semakin tinggi kemungkinannya untuk bisa diobati.

Sumber: alodokter.com/